Ikyul Inside

me and what inside my heart and mind

Aborsi di bantu “biyang”

abortion_by_amelee5

Tak ada gurat sedih di wajahmu saat kau menceritakan kisahmu. Ekspresi menyesalpun hanya sedikit yang bisa ku tangkap dari caramu mengungkapkan pengalamanmu padaku. Entahlah jika kamu menyembunyikannya rapat-rapat di sudut hatimu, namun aku sungguh berharap kau tak akan mengulanginya lagi.

Saat kau meneleponku dan berkata kau sedang demam, aku sempat khawatir kau terjangkit demam berdarah karena beberapa orang di kompleks perumahan sekitar kost-an mu harus opname di RS karena demam berdarah. Tapi syukurlah demam mu itu hanya karena influenza. Dan jadilah aku menginap di kamarmu untuk menemanimu sekaligus melepas kangen karena kita sudah lama tidak ketemu.

Malam itu saja kamu sudah memberiku kejutan dengan mengakui bahwa kau akhirnya menyerahkan keperawananmu pada pacarmu yang baru kau pacari hampir 2 tahun. Padahal sebelum-sebelumnya walaupun kau bergonta-ganti pacar kau tetap menjaga hal yang sangat berharga itu. Aku tidak tahu kelebihan apa yang di miliki oleh pacarmu yang satu ini, kau hanya berkata bahwa kau sangat mencintainya, hal yang sama kau katakan padaku saat kau menceritakan perasaan cintamu terhadap pacar terdahulumu.

Dan keesokan harinya kau memberiku kejutan untuk yang kedua kalinya. Awalnya kau hanya mengeluhkan masalah yang kau rasakan di organ kewanitaanmu, dan dari keluhanmu aku mengira-ngira bahwa itu adalah infeksi. Dan pertanyaan besar di kepalaku adalah bagaimana kau bisa terkena infeksi seperti itu. Akhirnya kau mengakui semuanya. Bahwa kau sempat hamil dan saat kehamilanmu berusia 4 bulan kau menggugurkannya  saat pulang ke kampung halamanmu. Dan yang membuatku tak percaya adalah kau menggugurkannya dengan bantuan dukun yang di daerah asalmu di sebut “biyang”. Saat kau medeskripsikan bagaimana biyang itu melakukannya, aku tergidik ngeri, karena aku megira itu hanya di lakukan di jaman-jaman dulu atau hanya ada di film-film horor jadul indonesia yang tidak berkualitas dimana si pemeran wanita menggugurkan kandungannya dengan bantuan dukun dan akhirnya harus mati karena alat-alat tidak steril yang di gunakan oleh si dukun misalnya bambu yang di serut tajam, dan akhirnya si pemeran wanita menjadi setan yang gentayangan.

Aku menepis perasaan, marah, sedih, kecewaku, dan mulai mendiskusikan semuanya. Kau bukan anak kecil lagi yang harus di jewer saat berbuat salah, kau juga bukan lagi remaja yang harus di hardik dan di beri setumpuk nasehat saat berbuat salah. Kau adalah wanita, yang tahu benar baik dan buruk, orangtuamu melepasmu sedemikian jauh untuk menuntut ilmu tentu telah membekalimu berbagai macam ajaran dan wejangan, juga kepercayaan yang begitu besar padamu. Kau adalah wanita yang sudah bisa menentukan pilihan apa yang akan kau buat dalam hidupmu. Akhirnya aku hanya bisa berkata padamu, kalau memang kadar rasa takutmu pada TUHAN sudah tidak sampai pada taraf yang bisa membuatmu tidak melakukan perbuatan itu, maka ingatlah kedua orang tuamu, kepercayaan mereka, harapan mereka, dan jika hal itu pun tidak mempan lagi, maka berilah sedikit  rasa hormat untuk dirimu sendiri, sayangilah tubuhmu.

Dan kita mendiskusikannya, kau bertanya padaku kenapa kamu bisa hamil padahal saat itu kau melakukan coitus interruptus, coitus reservatus, buang luar atau apalah namanya. Ugghh apa kamu tidak tahu kalau cukup satu sperma sehat nan sempurna saja yang dibutuhkan untuk membuahi ovummu? Dan kemungkinan telah ada sedikit sperma yang keluar tanpa di sadari oleh pacarmu sebelum dia sempat menginterupsinya. Aku bertanya mengapa tidak memakai kondom? Itu lebih safety walaupun tak ada yang bisa menjamin kalau kondom yang sedang kau gunakan itu tidak bocor.  Kamu malah menjawab bahwa pacarmu tidak suka menggunakan kondom. Tapi apa pacarmu itu tahu sesakit apa rasanya saat kau menggugurkannya dengan cara primitif itu? Apa pacarmu itu bisa merasakan nyeri yang kau rasakan saat ini karena infeksi? Dan jika dia memang benar-benar mencintaimu maka dia akan bertanggung jawab atas apa yang di lakukannya padamu saat kau hamil. Entahlah, aku tidak kenal dia, aku tidak bisa berbicara banyak tentang dia.

Tapi aku sungguh kecewa terhadapmu, miris rasanya mengetahui hal seperti ini terjadi padamu. Walaupun aku mengenalmu hanya karena kita pernah satu kost, tapi karena kau 2 tahun lebih muda dariku dan sering curhat padaku, maka aku menganggapmu seperti adik. Nasi sudah menjadi bubur, dan aku tidak pernah memandang rendah seseorang karena keadaan ataupun perbuatannya, karena bagiku setiap orang punya alasan, punya pertimbangan sendiri saat memutuskan untuk melakukan sesuatu. Yang bisa aku lakukan untukmu adalah berkata jujur bahkan blak-blakan mengeluarkan isi pikiranku padamu. Dan pada akhirnya,aku hanyalah bisa memberimu solusi atas dampak perbuatanmu.

Ku tulis ini hanya dengan tujuan agar setiap wanita yang ingin melakukan hubungan intim, tolong sayangilah dirimu sendiri, berilah sedikit rasa hormat untuk tubuhmu, pelajarilah organ tubuhmu sendiri, agar ada rasa mawas diri di hatimu. Ada rasa takut akan dampak jangka panjangnya. Bagaimana jika infeksi teman saya itu berkepanjangan dan ber predisposisi menjadi kanker? Belum lagi dampak psikisnya, karena bagaimanapun, di hatinya pastilah ada perasaan bersalah atas apa yang di lakukannya. Karena kita berbicara tentang nyawa, seorang janin yang tidak berdosa. Dan itu tidak seberapa jika di bandingkan akan pertanggunjawaban yang harus kita lakukan kelak pada TUHAN yang memberikan tubuh ini.

Tentunya kita masih mengingat jelas peristiwa terbongkarnya klinik aborsi dan di temukannya janin-janin yang di tanam di bawah lantai ruangan klinik itu.Dan negara kita bukanlah USA yang pemerintahnya telah siap mengantisipasi hal-hal seperti ini.Di USA, pemerintahnya membuat solusi yang brilian atas dampak pergaulan bebas yang tidak terbendung. Ada klinik aborsi yang legal jika seorang wanita memutuskan untuk tidak melahirkan anaknya, dan jika seorang wanita tidak sampai hati menggugurkan kandungannya namun tega untuk tidak merawatnya, maka anaknya bisa di adopsi oleh pasutri lain yang menginginkannya dan mereka menyediakan sarana itu.Tapi negara kita? Sungguh kita belum siap dengan solusi seperti ini, dan saya berharap negara kita tidak akan berputus asa dan membuat solusi seperti ini, melainkan mencari solusi lain yang lebih beradab.

Filed under: Refresh your mind

Ponari Sweet vs Dewi Persik


ponari-vs-persik3

Yup, antara ponari sweet dan dewi persik memang tidak ada hubungan sama sekali. Hanya saja kedua berita itu menarik perhatianku, membuatku geleng-geleng kepala, sedikit iba, dan kesal. Pasalnya si dewi persik ini menikah siri akhir bulan juli kemudian akhir bulan september atau awal oktober dia kembali menikah siri, itu berarti masa iddahnya belum selesai tetapi dia telah melakukan nikah siri untuk yang kedua kalinya. Janganlah kita mengatasnamakan agama, berdalih menghindari zina untuk membenarkan perbuatan kita. Itu sama halnya cara untuk melegalkan perzinahan, dan membuat seseorang menikmati zina secara aman. Bukan tidak mungkin opini “menikah siri untuk menghindari zina” berkembang di masyarakat. Bisa-bisa adik-adik kita yang di bangku sekolah ikut-ikutan nikah siri dengan pacarnya agar bisa menikmati seks tanpa rasa berdosa. Inilah kalau mind set kita tentang pernikahan melulu soal menghindari zina, seakan-akan tidak ada cara lain yang bisa di lakukan untuk menghindari zina. Padahal menikmati seks hanyalah salah satu hikmah dari adanya pernikahan, bukan tujuan dari pernikahan.

Berbeda dengan berita dewi persik yang mebuatku kesal, berita si ponari ini membuatku geleng-geleng kepala, dan sedikit iba. Bagaimana tidak? ribuan orang berharap kesembuhan dari sebuah batu, yang entah benar mengandung zat-zat yang bermanfaat atau tidak, bahkan berita keampuhan batu itu menyembuhkan penyakit belum terbukti kebenarannya alias masih rumor, dan parahnya lagi, berita tentang orang-orang yang meninggal atau yang semakin parah karena tidak dapat di sembuhkan batu itu sudah terbukti kebenarannya, toh ribuan orang-orang itu masih tetap berduyun-duyun datang dan megharap kesembuhan dari batu si ponari. Bolehlah menduga ponari bocah indigo, tapi salah jika menganggap bocah indigo sebagai penyembuh. Bahkan menurut saya si ponari bukanlah bocah indigo, dia hanyalah bocah biasa yang kebetulan mempunyai batu petir itu, dan akhirnya ada yang membesar-besarkan tentang kemampuan batu itu. Iba rasanya melihat ribuan orang kompak untuk suatu aksi kebodohan. Iba rasanya melihat kenyataan bahwa sakit dan kemiskinan adalah dua hal yang bisa merusak aqidah dan keimanan seseorang. Iba rasanya bagaimana negeri kita belum mampu menyediakan pengobatan yang bisa di jangkau seluruh lapisan masyarakat dengan proses yang tidak bertele-tele.


Filed under: Refresh your mind

It’s your choice….

Seminggu yang lalu teman baikku menginap di kostanku, mumpung sedang libur kami mengisi waktu dengan santai sambil menonton DVD. Ada sebuah film yang membuatku tertarik, berkisah tentang seorang remaja putri di amerika yang hamil di usia 16 tahun. Judul filmnya ”JUNO” sama dengan nama si remaja putri itu. JUNO hamil bahkan bukan karena berhubungan seks dengan pacarnya tapi sahabatnya semasa kecil, yang memang menyukainya. Jadi intinya ini bukan hubungan seks pertamanya dengan lelaki, dia malah melakukannya hanya karena penasaran bagaimana rasanya jika itu di lakukan dengan sahabatnya. Hehehe, aku jadi senyum-senyum sendiri mengingat tampang anak lelaki itu, culun abiezz, dan buat si anak lelaki,itu pengalaman pertamanya. Alhasil JUNO hamil, awalnya dia berniat untuk menggugurkannya, bahkan dia sudah ke klinik aborsi, tapi tiba-tiba saja dia berubah pikiran dan berniat untuk melahirkannya dan mencari pasutri yang bersedia mengadopsi anaknya.

Sambil menonton, temanku sedikit bergidik, takjub dan terheran-heran. Bagi dia, kok semudah itu mencari klinik aborsi, bahkan itu adalah hal legal di amrik sono. Aku jadi teringat berita yang pernah ku tonton di TV, di situ mengemuka wacana untuk mendirikan suatu klinik aborsi yang legal di jakarta. Buatku sih, wacana seperti itu wajar adanya, apalagi hasil survei WHO tahun 2006 di temukan 2,5 juta/tahun wanita di indonesia melakukan praktek aborsi dan ada yang harus meregang nyawa karena aborsi di lakukan oleh non paramedis.

Mungkin aku termasuk manusia yang ambivalen, jika di tanya apa aku menyetujui aborsi atau tidak? maka aku tidak bisa menjawab tegas ya atau tidak, karena buatku, hal itu di tinjau dari latar belakang wanita yang melakukan aborsi, dan its your choice!. Contoh kasus, ada pasutri yang melakukan aborsi karena dari hasil USG di ketahui anak mereka cacat, kembali lagi, itu pilihan, mereka punya pertimbangan sendiri, dan akan mempertanggungjawabkannya secara moril pun sendiri. Ada juga ibu-ibu yang punya 5 anak dan sudah bertahun-tahun KB, tiba-tiba hamil, dan dia memutuskan aborsi karena sudah tak berencana punya anak lagi, sekali lagi, buatku its your choice ladies!. Ada juga wanita yang melakukan aborsi karena sang pacar yang tidak bertanggung jawab lari entah kemana, bahkan remaja yang aborsi akibat freesex lifestyle, its your choice!. Setiap orang punya pertimbangan sendiri, dan tahu apa yang terbaik buat mereka. Perkara mereka akan mempertanggunjawabkannya secara moril dalam hidup ini, ataukah ganjaran di akhirat nanti, itu urusan mereka.

Aku hanya ingin wanita segala usia khususnya remaja putri punya sex education yang baik dan cukup, agar mereka mengenal diri mereka sendiri, tahu benar fungsi organ mereka sebagai wanita, dan resiko yang bisa terjadi akibat freesex lifestyle dan aborsi. Dan tidak berhenti di situ saja, nilai-nilai agama tetaplah yang utama. Karena menurutku, semakin kita tahu tentang sesuatu maka semakin berhati-hati kita dalam bertindak.

Ada lagi hal yang menurutku menarik di film “JUNO” ini, saat JUNO menjelaskan pada orangtuanya bahwa dia hamil dan berniat melahirkannya untuk di berikan pada pasangan yang bersedia mengadopsi anaknya. Si ayah dan ibu tampak sedikit terperangah dan terdiam sejenak, menarik nafas panjang, dan berkata, kalau itu sudah keputusanmu, kami mendukung sepenuhnya, yang membuat mereka kaget karena tahu ayah si anak adalah remaja lelaki yang culun itu, karena mereka tidak menyangka kalau JUNO mau berhubungan sex dengan si culun:p (orang tua yang aneh hehehe) coba saja kalau itu terjadi pada remaja putri di indonesia, si anak pasti sudah di gampar, di marahi habis-habisan, di ceramahi, kalau si anak telah mencoreng nama keluarga, anak tak tahu di untung, apa kata orang? Dan berbagai sumpah serapah lainnya, yang bikin eneg jika di dengar. Orang tua lupa mengintrospeksi diri, mereka memang mengeluarkan duit untuk menyekolahkan si anak di sekolah mahal, uang jajan sehari yang cukup untuk makan sebulan buat si pemulung, namun syukur-syukur dalam sehari si anak bisa bertemu orang tuanya yang super sibuk, jadi jangan di tanya apa si orang tua sempat memberi perhatian apalagi menerapkan nilai-nilai agama buat si anak.

Sebagai makhluk biologis, manusia punya nafsu untuk berkembang biak, punya nafsu berahi, punya hasrat untuk di cintai dan mencintai, itu gunanya kita di ciptakan berpasang-pasangan ya kan? Namun kita makhluk beragama yang di bekali otak untuk berfikir, ada tata cara memuaskan nafsu itu, dan itulah yang membedakan kita dengan makhluk hidup yang lain. Melihat american lifestyle, menurutku, pemerintah amrik sono pandai mebuat solusi dalam masalah seperti ini. Di sekolah-sekolah dan di rumah mereka membekali anak-anak mereka dengan sex education yang cukup, mereka tidak mengajarkan jangan melakukan hubungan sex, tapi cara melakukan hubungan sex yang aman, agar terhindar dari penyakit dan resiko yangtidak di inginkan. Nah bagaimana kalau safety sex nya masih membuat remaja putri mereka hamil dan berniat menggugurkannya? Gampang saja, ayo kita buat klink aborsi yang legal, agar anak-anak kita bisa melakukannya dengan resiko yang minimal. Lalu bagaimana kalau anak putri kita memutuskan tetap melahirkan anaknya, namun tidak ingin mengasuhnya? Yo weiss, kan banyak tuh pasutri yang tidak bisa punya anak karena mandul? yah kita tinggal mengakomodir semuanya saja, termasuk pengurusan adopsi yang tidak bertele-tele, mudah kan?

Nah bagaimana dengan kita? Indonesian people? sudah pantas kah kita melegalkan klinik untuk praktek aborsi? Bagaimana kalau yang datang justru para lelaki hidung belang dengan wanita simpanannya? Atau para PSK? Atau lebih parahnya lagi jika praktek legal seperti ini ada tanpa adanya sex education,landasan moral dan agama bagi para remaja putri kita sebelumnya. Melihat situasinya, kita belum siap untuk hal seperti ini. Namun, kita jangan menutup mata, dan berhenti untuk berbuat sesuatu, karena jika terus seperti ini, sangatlah mungkin kita menjadi negara yang siap, dan memberi solusi seperti pemerintah amrik sana. Apakah kita juga siap jika suatu saat nanti, banyak anak indonesia akan bertemu orangtua kandungnya di usia 25 tahun, karena sejak kecil di adopsi oleh keluarga lain? Anak-anak yang tidak tahu asal usunya dan dari mana dia berasal? Yang memendam tanya dalam hati seperti apa orangtua kandungku? Aku tak minta di lahirkan di dunia ini, namun mengapa orangtuaku tega memberikanku pada orang lain seakan aku seonggok barang tanpa nyawa?

Jadi kembali lagi, its your choice. Anak-anak tak minta di lahirkan, mereka bukan milik orang tua mereka, hanya titipan, namun setiap orang tua punya tanggung jawab untuk menunjukkan arah yang benar, dan menanamkan nilai-nilai moril dan agama dalam hidup mereka. Seperti ayah JUNO yang menyadari benar nilai seperti apa yang di tanamkannya pada anaknya. :)

Filed under: Refresh your mind

Waiting List

Aku kembali bertemu bapak itu di depan poli bedah tumor, wajahnya terlihat sedih namun pasrah. Istrinya hanya terdiam sambil memangku anak lelakinya yang berumur 5 tahun. “ Hasilnya bagaimana pak? Kepastian operasinya kapan? “ tanyaku. “ Saya masuk dalam daftar tunggu dik, pihak RS akan memberi kabar jika giliran saya sudah tiba “ jawab bapak itu pelan sambil memandang saya. Upfhh… saya menghela nafas pelan dan membuang pandangan ke lantai, rasanya tak sanggup menatap mata bapak itu.

Bapak itu datang ke kota ini atas rujukan RS daerah. Benjolan di kepalanya perlu di operasi, dan itu tak bisa di lakukan di RS daerah tempat tinggalnya. Bermodal kartu keterangan tak mampu, bapak itu datang ke kota ini, dengan harapan bisa di operasi secara gratis seperti komitmen pemerintah bahwa GAKIN bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis. Kurang lebih 4 minggu bapak itu bolak balik RS ini, pemeriksaan oleh dokter, pengambilan sampel darah, dan foto rontgen bahkan sudah di lakukan. Besar harapannya bisa di operasi minggu ini, tapi semua pupus sudah hari ini. Bapak itu akan kembali ke desa tempat tinggalnya dengan membawa benjolan sekepal tangan di ubun-ubunnya.

Sejak awak di kumandangkannya pengobatan gratis bagi rakyat miskin, aku sadar itu hanya mimpi. Coba saja kalau ada waktu, jalan-jalan ke RS, iseng-iseng tanya bagaimana pelayanan kesehatan untuk GAKIN, mereka akan berkata “semua gratis”, hanya saja kalau ada obat yang di resepkan tidak masuk daftar askes, otomatis pasien harus mengeluarkan kocek untuk membelinya. Sama saja kan? Tidak ada yang gratis. Syukur-syukur si pasien bisa langsung di beri tindakan, lha kalau masuk dalam daftar tunggu bagaimana? Memang benar pasien-pasien yang masuk dalam daftar tunggu adalah pasien yang nyawanya tidak terancam, tapi dari segi moral rasanya tak pantas kita membiarkan seorang manusia menahan rasa nyeri dan tidak enak di salah satu anggota tubuhnya, entah sampai kapan bisa di beri tindakan selanjutnya.

Sudah saatnya pemerintah harus bersikap jujur, dan masyarakat kita juga harus berusaha menerima kejujuran itu, meski rasanya pahit. Tidak bisa di pungkiri, pelayanan kesehatan butuh profit, tidak etis memang, bagaimana mungkin mengambil profit dari hidup dan mati seseorang? Tapi itulah yang terjadi, realistis sajalah. RS tidak akan berjalan dengan baik tanpa profit dari pelayanannya. Namun yang masyarakat minta adalah, pemerintahan yang bersih, kalau di APBN dana yang di alokasikan untuk kesehatan sekian, ya harus seluruhnya di pergunakan untuk itu, tanpa kebocoran di mana-mana. Dan juga keuntungan dari sektor swasta yang pemerintah rangkul untuk pelayanan kesehatan, benar-benar di berikan untuk rakyat, jangan di pangkas sana sini.

Kalau berbicara masalah pemerintah tak akan ada habisnya, masalah ada di seluruh sektor, dan sudah terlalu banyak ahlinya untuk mengomentari semua itu. Saya hanya seorang awam yang terus terang awalnya tidak peka akan masalah ini, buat saya, kalo saya dan keluarga sehat, maka tak ada yang perlu di pusingkan. Namun kini saya menempatkan diri saya di posisi bapak itu, bagaimana jika saya yang mengalami hal itu? Ataukah keluarga saya, yang mengalami hal itu? Tak berdaya dan tidak bisa melakukan apa-apa? Dan satu pertanyaan krusial terlontar untuk nuraniku dan nurani anda “ apakah menurut anda seorang anak penyapu jalanan pantas mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama dengan seorang anak pengusaha kaya? “.

Filed under: Refresh your mind

About the writer

Libra girl(1st oct 1982),udah live alone since senior high(miss u mom),kadang bingung nentuin keputusan,tp kalo dah ngambil keputusan wuih,keukeh hehehe..kadang trlalu nyantai hadapi hidup,sakit maag,bondeng,maniezt dikit.capcay,mie goreng,duren,blaccurrent drink,red n black its my favourite colours,.JUVE REBORN,ewako PSM, ROSSI still the best,.. trying,pray, n be patience:)

Ikyul is reading

n2462022

YM status

RSS My friendster

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Previously on Ikyul

Januari 2010
S S R K J S M
« Mei    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031