Ikyul Inside

me and what inside my heart and mind

“My” naruto

Adikku yang bungsu ini namanya Ahmad tri aditya, panggilannya adhe. Rentang usianya denganku 15 tahun, dan dengan adikku yang nomor dua 12 tahun. Jadi bisa di bayangkan sayangnya kami sekeluarga padanya. Saat aku dan adikku yang nomor dua ke kota lain untuk menuntut ilmu, si bontot inilah yang menemani hari-hari kedua orangtuaku.

Kebetulan dia lagi gandrung dengan segala hal yang berbau naruto, serial komiknya pun lengkap, acap kali Ibu ke gramedia dia selalu bersemangat untuk ikut. Sementara ibu mencari buku-buku resep atau novel, dia menghilang ke bagian komik untuk berburu naruto kesukaannya.

Dua bulan yang lalu dia ke kotaku untuk berlibur. Alhasil, inilah yang di carinya, kalian bisa lihat dia beraksi dengan gaya naruto, lengkap dengan aksesorisnya. :)


Filed under: It's my life

Mereka bilang “kamu lesbi”

Aku mengenalmu kurang lebih setahun yang lalu. Saat itu kita tinggal di lantai yang sama di kost PENJERNIHAN. Usiamu 2 tahun lebih tua dariku, dan terus terang aku senang bisa mengenalmu, karena pengetahuan umumku menjadi bertambah saat berdiskusi baik tentang politik dan organisasi politik yang kau geluti, masalah lingkungan hidup, dan juga topik pengembangan diri. Kurang lebih 3 bulan mengenalmu, kau berterus terang bahwa secara rutin engkau berkonsultasi pada psikolog karena stressor yang kau temui dalam hidup membuatmu menjadi manusia yang kehilangan harapan dan kepercayaan pada diri sendiri, dan hal itu bisa membuat kewarasanmu hilang jika di biarkan begitu saja.

Kau juga mulai bercerita alasan kepindahanmu ke Makassar karena ternyata sebelumnya bekerja di Jakarta. Bukan hanya itu, pengalaman hidup yang kau ceritakan padaku membuatku sadar bahwa kehidupan ini keras, kaulah contoh nyata. Yang membuatku kagum adalah perasaan hopeless yang kau rasakan karena cobaan hidup dan rasa kehilangan tidak membuatmu jatuh ke hal-hal negatif, melainkan membuatmu mencari cara untuk menata mental dan lebih mendekatkan diri pada sang Pencipta.

Walaupun aku akhirnya pindah kost ke PONDOK SEJAHTERA, yang hanya beberapa blok dari tempat kost sebelumnya, kau masih tetap sering mengunjungiku. Hingga suatu peristiwa, tepatnya sebuah cerita yang entah benar kebenarannya atau tidak mengubah segalanya. Saat itu malam minggu, seperti biasa jika tidak ada tugas yang menumpuk aku sempatkan untuk bertemu teman-teman yang lain di kost PENJERNIHAN. Dan malam itu teman-teman yang lain memberitahu untuk menjauhimu dan tidak menerimamu di tempatku, karena mereka mencurigaimu seorang lesbian. Aku terhenyak tapi mencoba obyektif, kutanyakan mengapa mereka bisa berpendapat seperti itu, mereka berkata bahwa kau sering mengintip teman-teman lain saat mereka tidur, dan mereka sempat memergokimu 2 kali. Mereka berkesimpulan bahwa orientasi seksualmu adalah sesama jenis.

Harus kuakui hal itu membuatku tidak bisa lagi memandangmu sama seperti dulu, ada perasaan risih saat berbicara berdua denganmu di tempatku, tidak seperti dulu lagi. Ku pastikan kau menyadari rumor yang berkembang tentang dirimu, dan kesibukanku yang menggunung mungkin membuatmu mengira aku sengaja membentang jarak. Dan akhirnya kau tidak pernah lagi mengunjungiku, kita hanya ber “say hello” jika kebetulan berpapasan di depan kost.

Terus terang aku tipe orang yang tidak pilih-pilih dengan siapa aku bergaul, aku masih ingat benar saat di bangku SMP salah satu temanku seorang “kleptomania” namun kleptomania di sini bukan dalam arti sebenarnya karena jika di tinjau secara harfiah kleptomania adalah penyakit kejiwaan, karena si pelaku tidak punya motif pencurian, tapi senang dengan perasaan tegang sebelum mencuri dan rasa puas setelah pencurian itu, bahkan kadang barang yang di curi adalah hal-hal sepele misalnya sisir. Tapi teman SMP ku memang mencuri dengan motif kebutuhan keuangan, atau mencuri barang-barang yang tidak dia miliki seperti jam tangan, bahkan kutex. Teman-teman yang lain banyak yang menjauhinya, tapi aku tetap bergaul dengannya meskipun harus extra hati-hati dengan kejahilan tangannya.

Memang benar berteman dengan pandai besi membuat kita kadang terkena panasnya dan berteman dengan penjual minyak wangi membuat kita terpercik wanginya, namun aku tidak lantas menjauhi teman-teman yang salah jalan atau bisa dikatakan melenceng dari norma yang berlaku. Bagiku setiap orang punya problem mereka sendiri, punya pemikiran sendiri, tanggung jawab sendiri terhadap hidup mereka, syukur-syukur berteman dengan mereka bisa sedikit mengingatkan, kalau di dengar ya syukur,kalo tidak mau bagaimana lagi. Lagipula tidak ada manusia yang sempurna dalam hidup yang tak sempurna ini.

Dan hari ini, aku bertemu lagi denganmu, aku datang mencarimu, karena aku tak bisa sendiri saat ini, aku butuh teman yang bisa memberi solusi, bukan sekedar pendengar atau hanya bisa menyalahkan atas kebodohanku. Aku butuh kawan yang mampu berempati bukan hanya bersimpati. Yah aku membutuhkanmu, atas rasa kehilangan yang membuat oleng, atas kekecewaan akan suatu hal yang sangat berarti dalam hidupku, atas rasa tak sanggup bangkit dari kejatuhanku kali ini, atas perasaan hopeless yang kurasakan dan tidak mampu kuceritakan pada orang lain. Akal sehatku tak lagi dominan, di kuasai oleh perasaan, yang membuatku sanggup melakukan hal-hal yang buruk. Dan hari ini, aku berkeluh kesah pada orang yang tepat, padamu.

Kau berkata padaku bahwa ada hal-hal yang tidak dapat kita gapai dalam hidup atau ada hal-hal yang tidak sesuai dengan kita,maka lepaskan, relakan. Hidup itu seperti mengandarai sebuah mobil, yang mengendalikan adalah kita dan akal sehat, masalah yang kita hadapi di ibaratkan sebuah lubang di jalan, saat akal sehat kita masih berkuasa maka lubang yang kita hadapi hanyalah menghasilkan guncangan yang kadang membuat tubuh terasa sakit tapi kita harus tetap bertahan dan melaju. Namun saat akal sehat tak ada lagi, lubang itu akan membuat kita takut dan berhenti melaju atau malah membuat mobil terpelanting dan melukai kita. Kau benar kawan, perasaanlah yang menguasai akal sehatku sekarang, dan sungguh aku ingin bangkit lagi. Kau juga berkata untuk menata kembali konsep hidupku, dan sekali lagi kau benar, karena konsep hidup, mimpi, harapan, dan rencana masa depan yang kuyakini dan kujalani saat ini tak bisa kulanjutkan karena kehendak Sang Kuasa. Dan kau akhirnya mengingatkanku lagi untuk tidak mencintai sesuatu atau seseorang di atas kecintaanku terhadap Rabb, yah aku lalai dengan hal itu, terlena dengan mimpi indah dunia, saat Sholat hanya menjadi kewajiban tanpa ruh, saat rasa cinta terhadap Rabb di kalahkan oleh rasa cinta terhadap suatu hal yang fana, maka kita hanyalah menunggu keruntuhan. Biarkan sesuatu yang berharga itu tetap di hatimu, biarkan dia tinggal seperti apa adanya, walaupun kau tidak bisa menggapainya atau membuatnya jadi nyata, relakan dan ikhlaskan saja sebagai suatu hal yang tidak bisa kau gapai dalam hidup ini.

Terima kasih untuk semuanya kawan, mereka bilang “kamu lesbi”, kalau itu memang benar “so what” gitu loeh. Toh hal itu juga belum terbukti kebenarannya. Lagipula Lesbi, homo, waria, juga manusia yang punya eksistensi diri, ingin di akui keberadaannya dan setiap manusia ingin di perlakukan “sebagaimana mereka ingin engkau memperlakukan mereka”. Bahkan kadang-kadang kualitas diri yang mereka punya melebihi orang yang mengaku diri mereka normal tapi dengan mudah men “judge” orang dari luarnya saja. Mengaku bijak tapi dengan menghakimi. Sekali lagi terima kasih kawan, karena membuat perasaanku menjadi lebih baik dan tenang, memang waktu sehari dua hari tidaklah cukup untuk sembuh dari kegagalan dan rasa kehilangan ini, tapi INSHA ALLAH ini adalah awal.

By the way, rencana renang ke PMCC minggu depan jadi kan?:)

Filed under: It's my life

LOGIKA or NURANI?

Lima bulan sudah aku tidak pernah membuka blog sendiri, bahkan ide dan hal-hal yang ingin ku tulis,singgah dan menguap entah kemana.Alasan kesibukan sih sebenarnya klise, karena kalau ada kemauan pasti ada saja jalannya.Tapi ghirah untuk menulis akhir-akhir ini memang sedang menurun.

Namun entah mengapa malam ini semangat untuk menulis muncul kembali.Gara-garanya peristiwa yang terjadi sore tadi.Tiba-tiba saja sepupuku yang berusia 21 tahun menelpon, dan berkata mau mampir menyambangiku sekaligus curhat.Sambil menunggunya aku terus berpikir anak ini punya masalah apa karena jarang-jarang dia mampir ke kost-an ku apalagi curhat segala.Alhasil aku menunggu dengan penasaran walaupun tidak sepenasaran saat menunggu kelanjutan serial kesayanganku.Akhirnya dia datang mengendarai escudo birunya bersama 2 teman cowok sebayanya.Herannya lagi walapun sudah cerita ngalor-ngidul, ini-itu, dia belum juga cerita masalah apa yang membawanya ke tempatku.Tebakan yang sudah ada di kepalaku sejak tadi kutanyakan saja secara gamblang, “pasti di antara kalian ini ada yang pacarnya sedang hamil, iya kan?” tanyaku ceplas ceplos layaknya cenayang ahli yang yakin akan tebakannya.Dan ternyata, dugaanku memang benar.Mudah saja sih sebenarnya, masalah yang dihadapi anak seusia mereka biasanya soal narkoba atau free sex dan dampaknya, apalagi kalau melihat latar belakang pendidikanku yang menyebabkan mereka datang mengunjungiku.

Dan memang benar, sepupuku itu datang mengunjungiku untuk meminta nama obat yang bisa menggugurkan kandungan pacar temannya yang sedang hamil 6 minggu.Walaupun aku bisa menduga persoalan mereka, tetap saja rasa tak percaya, menghampiriku.Desas-desus kebobrokan pergaulan anak-anak ABG makassar ternyata memang benar, ini lah salah satu buktinya.Anak yang sedang hamil itu masih duduk di salah satu bangku SMU negeri di kota ini.

Aku terdiam, logika dan kata hati punya pendapat yang sungguh berbeda.Kata hatiku jelas-jelas menolak untuk memberikan nama obat itu, walaupun pembentukan organ belum terbentuk pada janin itu, tapi tetap saja bakal calon manusia yang tidak bersalah, walaupun aku tak tahu pada minggu keberapa atau bulan keberapa ruh di tiupkan kepadanya, tapi tetap saja kata hati menolak untuk memberi mereka nama obat itu.Sementara logikaku punya pendapat bahwa akan ada dampak panjang yang lebih buruk bila aku tak memberikan nama obat itu, mungkin mereka akan di nikahkan dan mental mereka belum siap untuk itu.Kata hatiku berkata lagi “berani berbuat, ya harus bisa tanggung jawab akibatnya dong”.Kemudian hatiku memberondongku dengan pertanyaan “kalau kamu memberi tahu mereka obatnya, bukan hal mustahil mereka akan menyalahgunakannya, dan tidak takut untuk berbuat lagi karena penangkalnya sudah ada”.Wah kata hatiku betul juga, tapi “tunggu dulu, kamu kan bisa membeli obat itu, dan memberi mereka pilnya saja tanpa kemasan” sambung logikaku.Sedih rasanya, imanku mungkin lemah, logika dan kata hatiku saling bertentangan, tapi satu hal yang pasti aku masih bersyukur nurani dan logikaku masih se iya dan sekata bahwa free sex yang mereka lakukan adalah perbuatan zinah dan salah satu dosa besar dalam agama yang ku anut dan benar-benar kuyakini kebenaran ajarannya.

Jadi buat pembaca, silahkan menerka keputusan apa yang akhirnya ku ambil, aku memberi kalian kebebasan untuk berimajinasi dengan pendapat dan pemikiran kalian :)

 

Filed under: It's my life

BELOVED SISTER

Zahra, nama temanku, bukan hanya sekedar teman, tapi juga seperti sister buatku, mungkin karena aku hanya memiliki 2 saudara laki-laki sehingga aku demikian sayangnya dengan zahra, padahal kami seumuran. Dia juga sudah tahu kelemahanku, yah aku sangat menyayanginya, pertolongan apapun yang di butuhkannya sedapat mungkin kuusahakan, cukup dengan senyum memelasnya hatiku akan luluh.

Kami belajar bersama, kemana-mana bersama,bahkan teman-teman menjuluki kami suami istri, soulmate dan masih banyak lagi julukan yang diberikan pada kami, tapi jangan di interpretasikan lain ya, kami berdua normal, bukan pasangan lesbian kok:).

Zahra sangat cantik, dan juga sangat ketat memberi batasan hijab dalam pergaulan maupun menurut aurat.Aku sendiri kagum padanya,dan salah satu alasan aku sangat menyayanginya adalah karena hal itu.

Karena pemahaman agamanya jualah yang membuatnya bimbang saat dia mulai menyukai seorang pria.Abdul nama pria itu,masih memiliki hubungan keluarga dengannya,walaupun menyukai abdul, dia tidak pernah berduaan apalagi menyingkirkan hijab dalam pergaulan dan penampilannya.Zahra bimbang,dia tidak ingin berlama-lama dalam hubungan yang seperti itu,takut nantinya akan seperti kebanyakan pasangan muda-mudi yang berpacaran dan bergaul seperti di zaman jahiliyah,apalagi dia hanya tinggal bersama sepupu perempuannya dan seorang kakak lelakinya,jauh dari orang tua.

Saat abdul menawarinya untuk menikah,dia pun memberanikan diri untuk berbicara dengan orang tuanya,walaupun ayahnya memberi restu,tapi ibunya tidak setuju kalau zahra menikah sebelum menyelesaikan pendidikannya.

Akhirnya keinginan untuk menikah coba di lupakannya.Namun seiring berjalannya waktu dia merasa bahwa dirinya tak ubahnya seperti pasangan-pasangan lain yang sedang di mabuk asmara,walaupun di mataku tidak ada yang berubah darinya,dia tetap zahra yang menjaga hijabnya,kalaupun abdul menjemputnya sepulang kuliah,aku pasti ikut bersama mereka.Tapi siapa yang bisa menjamin kesucian hati? Hanya yang empunya hatilah yang paling memahami siapa diri mereka sebenarnya,dan itulah yang di rasakan zahra,dia merasa kesucian hatinya telah ternoda.Dan akhirnya dia berani mengemukakan pendapatnya untuk menikah tapi tanpa sepengetahuan ibunya dan orang banyak.

Dan aku,orang terdekatnya di beri tahu seminggu sebelum pernikahan itu.Tentu saja aku kaget,ku tanyakan apakah dia sudah benar-benar yakin dengan keputusan ini?Apakah abdul benar-benar bisa di jadikan seseorang yang pantas untuk menemani hidupnya di dunia ini INSHA ALLAH? Karena selama ini,aku menilai zahra terlalu bernilai untuk seorang abdul,yang katanya baru insyaf dari pergaulan bobroknya,dan mencoba untuk lebih baik sekarang ini.Aku pernah mengemukakan opini itu pada zahra,tapi dengan bijak dia berkata bahwa seseorang pantas untuk di beri dukungan,apalagi saat dia mengaku telah meninggalkan perbuatannya yang buruk di masa lalu.Apalagi kakak lelaki zahra yang juga teman abdul,mengatakan hal-hal yang baik tentang abdul.Aku hanya bisa mendoakan saja yang terbaik,terlebih lagi alasan lainnya adalah karena Abdul masih keluarga dekat yang notabene menurutnya akan lebih menyayangi dan melindunginya di bandingkan pria lain.

Pernikahan itupun terlaksana di sebuah rumah milik keluarga jauh zahra di kota ini dan hanya di hadiri sekitar 15 orang,kakak lelakinya, aku satu-satunya teman,penghulu,saksi,dan keluarga jauhnya yang berada di kota ini.Ayah zahra yang berada di kota lain hanya mendengar lewat handphone,ibunya dan saudara perempuannya sama sekali tidak tahu menahu dengan peristiwa ini.

Bahkan aku lah yang bersikeras mencarikan kebaya untuknya,karena awalnya dia berkata itu tidak perlu,karena dia akan mengenakan pakaian yang sering dipakainya saat ke pesta pernikahan teman kami,tapi bagiku ini tetaplah sebuah moment yang sangat indah bagi seorang perempuan,saat mendandaninya aku mencoba tak menangis,karena bagiku dia layak untuk mendapatkan lebih dari ini,di dampingi oleh ibu dan ayahnya,teman-teman kami yang lain,orang-orang yang menyayanginya,dan akhirnya setelah ijab qabul di ruang tengah,zahra memelukku dan kami menangis bersama,”sister, i wish all the best for you”,barakallah, itulah doaku sis,dalam hati dengan seluruh perasaan sayangku untukmu.

Dan 3 bulan kemudian kami kembali bersama,aku,zahra dan kakak lelakinya,tp kali ini di dalam sebuah ruangan yang sedapat mungkin di hindari oleh pasutri,ruangan sidang pengadilan agama.Zahra menggugat cerai suaminya abdul,karena tertangkap basah sedang berselingkuh di sebuah kamar hotel.Abdul memang tidak pernah meninggalkan kebobrokan pergaulannya,mungkin juga dia mencoba tapi tidak berhasil,entahlah.Yang aku rasakan hanyalah perasaan iba sekaligus bangga pada zahra,my beloved sister,iba karena aku merasa dia pantas mendapatkan lelaki terbaik di dunia ini,bangga karena dia dengan teguh memutuskan langkah apa yang harus dia ambil saat ini,buatnya perzinahan tidak dapat di beri toleransi,dan dia tidak merasa malu menyandang status janda di usianya yang masih sangat muda,23 tahun.Baginya jalan masih panjang,masih ada banyak hal-hal indah ataupun masalah yang lebih pelik yang natinya akan di jumpainya,dan apa yang di alaminya saat ini tidak akan menjadi kan halangan buatnya untuk mencari kebahagiaan lain nantinya INSHA ALLAH.

Aku tak tahu siapa yang bisa di kambing hitamkan dalam masalah ini,apakah abdul yang katanya mencoba menjadi lebih baik namun tak berhasil,zahra yang mempunyai niat yang baik dalam mengambil keputusan untuk menikah tapi kurang mempertimbangkan hal yang lain seperti restu ibunya,ataukah ayahnya yang memberi izin tanpa memikirkan baik dan buruknya hal itu,atau aku sahabatnya yang tidak bersikeras dengan pendapatku untuk menunda pernikahannya saat itu.

Atau mungkin benar kata ustadz yang kami temui bahwa walaupun pernikahan zahra saat itu sah di mata ALLAH dan di mata hukum,dengan restu ayahnya, namun tetap tanpa restu ibunda yang melahirkannya,dan juga tanpa ada syiar ke khalayak ramai,sehingga abdul merasa tidak memiliki tanggung jawab untuk memelihara dirinya karena sepengetahuan orang lain dia masih lajang.

Yah kira-kira sperti itulah,pernikahan bukan hanya hubungan antar pasangan suami istri,tapi juga hubungan antara pasutri dengan keluarganya,masyarakat di sekitarnya,dan bukan hanya bermodalkan niat yang baik.

Dan buatku sendiri,i hope will marry with the right man,on the right time,and in the right place INSHA ALLAH:)

Filed under: It's my life

About the writer

Libra girl(1st oct 1982),udah live alone since senior high(miss u mom),kadang bingung nentuin keputusan,tp kalo dah ngambil keputusan wuih,keukeh hehehe..kadang trlalu nyantai hadapi hidup,sakit maag,bondeng,maniezt dikit.capcay,mie goreng,duren,blaccurrent drink,red n black its my favourite colours,.JUVE REBORN,ewako PSM, ROSSI still the best,.. trying,pray, n be patience:)

Ikyul is reading

n2462022

Top Posts

  • Tidak ada

YM status

RSS My friendster

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Previously on Ikyul

November 2009
S S R K J S M
« Mei    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30