Ikyul Inside

me and what inside my heart and mind

Mother and Son

mother-son

Aku sangat dekat dengan adikku yang kedua yang berusia 24 tahun,hanya terpaut tiga tahun dariku. Maklumlah, kami hanya tiga bersaudara, dan hanya aku yang perempuan sekaligus si sulung. Sedangkan adikku yang paling bungsu baru berumur 12 tahun. Walaupun adik cowokku ini tinggal di kota yang berbeda, tapi komunkasi kami tetap lancar. Seperti malam ini, aku baru saja selesai ber sms an ria dengan dia. Dan tergelitik untuk membahas isi percakapan kami.

Awalnya aku bertanya bagaimana kabarnya dan perkembangan usahanya. Kemudian di balasnya bahwa semuanya berjalan lancar. Sms kami berlanjut dengan pembicaraan ini dan itu, dan kemudian dia berkata pada saya kalau i siang tadi ibu meminjam uang tiga juta rupiah dari dia dan akan di kembalikan lusa. Kemudian dia minta tolong pada saya untuk memberinya info tentang harga printer yang di inginkannya. Katanya ibu yang akan membeli printer itu, karena ibu sangat membutuhkan printer itu untuk ngeprint sesuatu. Akupun tersenyum simpul sambil membalas smsnya degan jawaban “oke deh adikku sayang”.

Bahkan sekarangpun, sambil mengetik kisah ini, senyum masih di bibirku. Pasalnya aku merasa lucu, yang punya komputer, yang printernya rusak, kan adikku, kok ibu yang membeli printer baru hanya karena kebetulan ibu membutuhkan printer saat ini. Bukan itu saja yang membuatku tersenyum simpul, isi sms adikku yang berbunyi “tadi siang ibu ngutang tiga juta rupiah dari saya, lusa di kembalikan” membuat senyumku makin lebar. Bayangkan saja, ibu membangun dua ruko kemudian satu di berikan ke adikku, lalu memberinya modal puluhan juta untuk memulai usaha, tapi ibu tidak pernah berkata “kamu ngutang sama ibu nak”. Belum lagi jika di tambah biaya membesarkan dan menyekolahkan kami. Ah ibuku sayang, i love you very much. :)

Filed under: Get closer with ikyul

“TRAGEDI” ayat-ayat cinta

Sudah 2 hari ini aku bolak-balik studio 21 sejak mengetahui kalo hari senin lalu tepatnya tanggal 25 februari film ayat-ayat cinta sudah di putar di studio 1, dan bukannya tanggal 28 februari seperti iklannya.

Selasa, 26 februari aku datang ke studio 21 mal panakukang sekitar jam 6:45 pm, tiket untuk jam 7:15 pm sudah sold out, yang ada cuma pemutaran jam 9:30 pm, tapi teman yang bersamaku tidak mau kalau nontonnya jam segitu, alhasil kami pulang dan janjian untuk kembali esok hari.

Rabu, jam 7:00 pm rencananya kami mau nonton jam berapapun, yang penting rasa penasaran pada film ini bisa terpuaskan. Bukan apa-apa, novel ayat-ayat cinta ini sudah aku baca sejak tahun 2005, dan merupakan salah satu bacaan favoritku. Namun akhirnya kami kembali pulang dengan tangan kosong karena semua jam penanyangan tiketnya sold out. Rasanya kecewa berat, tapi hari esok kan masih ada pikirku.

Jam 10:00 pm tiba-tiba temanku menelpon dan mengatakan mau menjemputku di kosan 15 menit lagi untuk kemudian kerumahnya menonton film ayat-ayat cinta, katanya adiknya punya cd nya. Awalnya sih aku tidak mau karena takut kualitas gambarnya jelek, dan rasanya lebih seru nonton di bioskop dengan layer super gede. Tapi rasa penasaran mengalahkan segalanya, jadilah malam itu aku nonton bareng dengan temanku dan adiknya di rumah mereka. Kualitas gambarnya bagus sekali persis seperti cd original dan sekaligus membuatku heran (bukan heran karena cd kok bisa di bajak), tapi heran karena bajakannya bisa beredar secepat ini, dengan kualitas gambar bagus pula (dan ternyata ini pula alasan mengapa film ini di majukan penayangannya karena telah di bajak sejak tayang priemernya di jakarta).Bukan rasa heran saja yang menghinggapiku, tapi juga takjub, aneh bin ajaib, karena film yang ku tonton ini sama sekali tidak mirip dengan novelnya.

Uuuuuggghhh rasa kesal, umpatan penuh emosi kami tidak etis rasanya kalau aku tuliskan di sini. Aku merasa benar-benar kecewa, novel sebagus itu, pesan moral yang ingin di sampaikan kang ibik, novel yang bisa menjadi pembangun jiwa, novel yang bisa membuatku lebih paham akan ajaran agamaku, di interpretasikan dalam film yang sungguh jauh dari novelnya. Temanku bahkan mengatakan, kalau mas hanung mungkin tidak mengerti apa pesan dalam novel itu (padahal dia sangat mengagumi mas hanung setelah berhasil membuat film JOMBLO, karena ide ceritanya dari sebuah buku yang berjudul sama). Bayangkan saja, di novel itu di gambarkan kehidupan seorang pemuda yang bernama fahri, pemuda sabar, lembut dan penyayang, betul-betul menjalankan hidupnya sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan hadist tapi kok di filmnya di gambarkan seperti pemuda yang tidak mampu menjaga pandangan dan pergaulannya, pemuda yang tidak sabaran, pemarah, dan cenderung tidak penyayang terhadap sang istri. Aisha yang di gambarkan seorang wanita muslimah yang menjaga perkataan, lembut, lagi penyabar, kok bisa menjadi aisha yang cenderung cuek dalam berbicara dengan sang suami, bahkan pencemburu dan pemarah. Bahkan ada adegan yang tidak pernah di tuliskan di dalam novel tapi ada di filmnya. Dan terus terang di sini aku kecewa, di gambarkan seorang yang berpoligami tinggal satu atap dengan kedua istrinya (aku tidak tahu boleh tidaknya dua orang istri di kumpulkan dalam suatu atap, namun aku rasa tidak etis karena perasaan wanita yang sangat halus, dan gampang merasa cemburu).

Tidak bisa di pungkiri, faktor durasi juga menjadi kendala. Novel membuat khayalan kita bisa mengembara kemana-mana, sesuai dengan latar belakang cerita dan alurnya.Tapi dalam film itu sulit di lakukan karena durasi yang terbatas, dan juga dalam film ayat-ayat cinta ini, budget untuk pembuatan film tersebut terbatas. Namun hal yang paling krusial adalah substansi dalam novel yang di angkat haruslah benar-benar sesuai dengan novelnya, dan inilah yang tidak di dapatkan dalam film ayat-ayat cinta, dan buatku merupakan hal yang sangat fatal sekaligus tragedi. Film DAVINCI CODE misalnya, walaupun tidak semua bagian dalam buku bisa di interpretasikan, tapi substansi ,alur cerita, dan karakter tokohnya sesuai dengan novelnya. Begitu juga dengan THE FIRM buku karya john grisham.

Perasaan kecewa menonton film ayat-ayat cinta ini sama seperti saat aku menonton film Jakarta undercover, yang benar-benar berbeda dengan bukunya, malah seperti cerita sinetron, kejar mengejar penjahat dengan si luna maya. Dan terus terang inilah yang membuatku kadang enggan menonton film Indonesia, bukannya aku tidak cinta buatan anak negeri. Jangan di tanya aku adalah salah satu generasi muda yang tetap bangga menjadi bagian dari negeri ini di tengah keadaan negara yang carut marut seperti sekarang ini. Namun dalam industri film ini, aku ingin sekali para senias Indonesia bisa melihat cara orang-orang Hollywood membuat film, nilai komersilnya dapat dan sekaligus ada pelajaran yang bisa di dapat setelah menonton film-film mereka. Misalnya saja schlinder list, dan freedom writers, yang mengulas isu SARA dan kemanusiaan, dan banyak lagi film-film yang menggambarkan bagaimana manusia di bumi ini harus bersikap agar tidak merugikan bumi yang kita tinggali saat ini, misalnya saja the end of the day, bahkan film I am a legend yang nilai komersilnya sangat tinggi tetap punya pesan moral di dalamnya. Industri perfilman kita memang kadang hanya mengejar nilai komersilnya, sehingga tidak membuang-buang waktu untuk riset terlebih dahulu.

Intinya, film ayat-ayat cinta ini sangat mengecewakan bila di bandingkan novelnya, namun aku sedikit terhibur atas pilihan tontonan yang berbeda dari film-film yang isinya melulu hantu gentayangan. Para sineas kita semua masih harus banyak belajar, dan para produser semoga saja berhenti untuk memikirkan keuntungan semata tetapi juga menjadikan industri ini sebagai tontonan yang layak di tonton dan mendidik.

Maju terus perfilman Indonesia, jadikan kritikan sebagai cambuk untuk karya berikut yang lebih baik. Ku tunggu karya mas hanung berikutnya ya. :) (

Filed under: Get closer with ikyul

HTS*

*Hubungan Tanpa Status

Untuk ke sekian kalinya dalam 6 bulan ini andra datang lagi padaku, bercerita tentang rasa pilunya di tinggal oleh seorang lusi setelah 7 tahun bersama.

Dan entah untuk yang ke berapa kalinya aku memeluknya, dan berkata “ndra jangan gini dong, hati inge lebih sakit kalo ngeliat kamu sedih kaya gini di bandingkan menyadari kenyataan inge cuma HTS an kamu’’.

Yah, pahit memang..
aku, inge, hanya seorang wanita yang mengisi hari-hari andra setelah di tinggalkan oleh seorang lusi.

Masih terbayang jelas saat dia memberi pengakuan padaku “nge, aku suka ma kamu, tapi aku ga bisa menjanjikan apa-apa untukmu, ga bisa memberi kepastian akan seperti apa hubungan kita nantinya, aku sayang kamu inge, tp aku butuh waktu untuk meyakinkan diriku dan menyembuhkan duka yang di tinggalkan lusi. Yang bisa ku beri sekarang hanya sebuah hubungan seperti ini.

Mungkin aku memang bodoh, atau telah di butakan oleh perasaan cinta, ku terima saja tawarannya untuk menjalin sebuah hubungan tanpa status alias HTS.Itu memang pilihan yang ku ambil dan ku sadari konsekuensinya, so much pain di dalamnya, tapi aku merasa lebih sakit tanpanya, tanpa sosok andra, tanpa mengetahui kabar tentang dia, atau sekedar melewati hari tanpa memberinya perhatian,walaupun hanya melalui sms yang kadang tak di balasnya,bahkan alasan mengapa dia tidak bisa menjadikanku pacarnya, ku telan mentah-mentah, tanpa argumen yang berarti dan malah kujadikan sebagai nilai tambah untuknya,yaitu kejujuran.”Aku ga bisa menjadikanmu pacar saat ini nge, karena saat aku menjadikanmu pacar berarti aku telah berkomitmen padamu dan aku menjunjung tinggi sebuah komitmen,bagaimana jika lusi menyadari kesalahannya dan ingin kembali padaku? Aku pasti menerimanya nge, karena kami punya masa 7 tahun, telah saling mengenal satu sama lain, dan saat itu akan sangat menyakitkan bagimu karena kau telah berstatus sebagai pacarku”.

Yah, aku seorang inge, mengaguminya karena kejujurannya,kesetiaannya,dan rasa cintanya, walaupun itu bukan di tujukan untukku.

Aku memang memeluk raganya, tapi bibirnya berucap hal indah yang bukan di tujukan untukku, “hatiku dan hati lusi telah bermain main bersama nge, sehingga hati ini ga bisa kemana mana lagi, aku masih ingat,saat hiking bersamanya,aku menggendongnya,ga peduli akan rasa lelah di sekujur tubuhku” atau “tau ga nge, lusi tuh suka banget ma kopi, ga bisa melewatkan sehari tanpa kopi” dan masih banyak lagi cerita andra tentang lusi, kenangan mereka.

Sebagai wanita yang sangat mencintainya aku ingin berkata “kenapa kau begitu mencintai lusi? Padahal yang ada di dekatmu saat ini aku ndra, yang menemanimu melewati semuanya aku ndra? Mana lusi yang kau banggakan itu?dia ga ada ndra, ga ada! Tapi aku ga sanggup, aku terlaluh lemah mungkin lebih tepatnya became an idiot coz this love.

Bahkan setiap kali andra pamit padaku untuk pulang aku menangis dalam pelukannya, karena sangat takut kalau kalau lusi kembali padanya dan hari ini adalah hari terakhirnya bersamaku, dan setiap kali aku menangis di pelukannya andra memelukku dan berkata “nge, lusi yang juga begitu sedihnya setiap kali kami berpisah seperti ini, toh dia juga bisa meninggalkan aku”.Itulah andra, yang begitu terluka kehilangan wanita yang di cintainya tetapi tak bisa melupakan cinta itu sendiri.Entah siapa yang lebih menyedihkan, aku atau andra, mungkin ini jugalah yang mendekatkan kami, perasaan ini.

Logika ku berkata, inge tinggalkan semua ini, kamu bisa mendapatkan lelaki lain yang bisa mencintaimu sepenuh hati, membuatmu tersenyum, mengisi hari-harimu dan membahagiakanmu.Tapi hati ini tak sanggup, sungguh tak sanggup kehilangan seorang andra.

Dalam hidup kita selalu di hadapkan pada sebuah pilihan, dan inilah pilihanku, bersama andra walaupun hanya untuk sesaat.

Dan akhirnya, dewi fortuna berpihak padaku, setelah 8 bulan menjalin hubungan tanpa status bersama andra, akhirnya dia berkata”nge,aku ingin meninggalkan masa laluku , aku ingin memulai sesuatu yang baru bersamamu, kamu mau nge?menjadi pacarku? Tapi yang sabar ya nge, aku ingin belajar mencintaimu, aku butuh waktu melupakan segala hal tentang lusi”. Itulah perkataan andra saat itu, dan aku, seorang inge begitu bahagianya dengan status baru, walaupun status itu sebenarnya tidak memberikan perubahan apa-apa dalam hubungan kami, karena andra masih belum mencintaiku.

Aku melalui hari-hari sebagai pacar andra, ada yang berubah memang, dia tidak lagi bercerita tentang lusi dan perasaannya, dia juga sudah rajin membalas sms yang kukirimkan.Tapi tetap saja aku tak bisa mengerti tentangnya, tentang andra, mengapa foto-foto lusi masih tergantung di kamarnya dan tersimpan rapi di telepon genggam miliknya, dalam drive khusus komputernya,atau mengapa saat lusi menelponnya dia masih menerimanya dengan bahagia, dan tidak memikirkan perasaanku yang saat itu berada di sampingnya, sungguh aku tidak berjiwa besar menerima semua itu, tapi yang kulakukan hanya diam dan tangis menjadi teman baikku tanpa sepengetahuannya.

Hari ini, hampir setahun aku menjadi pacar andra, di tambah 8 bulan bersamanya dalam hubungan tanpa status.

Aku menerima sms nya dan isinya singkat tapi membuatku bertanya-tanya “inge,aku ingin di dekatmu,aku ingin di dekatmu” itulah bunyi sms yang dia kirimkan padaku dan setelahnya dia menelponku dan ingin bertemu.

“Nge, jangan tinggalkan andra ya, cuma inge yang andra punya skarang ”lirih andra berkata di hadapanku.”Ada apa ndra?” Surprise pikirku tiba-tiba dia datang dan berkata seperti ini terhadapku, perkataan yang kunanti sejak dulu.

“Lusi nelpon semalam nge, dan ngabarin kalo dia akan menikah bulan depan.Rasanya sendiri nge, hanya inge yang menemani, jangan tinggalkan andra ya nge, andra baru menyadari kalo inge sangat berarti buat andra” andra berkata dengan sedih.

Ku raih andra dalam pelukanku, rasanya pedih.Ah seandainya…

”ndra maaf,inge udah sampai pada titik nadir menunggu, dan semalam inge tlah memutuskan meninggalkanmu, karena asa telah aus termakan waktu, aku telah putus asa, dalam hati dan pikiranku telah tertanam doktrin bahwa lusi adalah cinta sejatimu yang akan selalu ada dalam hatimu, seperti pernah kau tanyakan padaku “inge, seandainya nanti kita berjodoh, apakah kamu bersedia menjadi istriku tapi dalam hatiku lusi tetaplah cinta sejatiku? “dan aku hanya mengiyakan. Yah, tanpa aku dan andra sadari telah tertanam doktrin bahwa untuk selamanya aku hanyalah sebuah pelengkap dalam hati andra, tak akan pernah di cintainya, dan sekeras apapun aku mencoba aku tak bisa menggantikan lusi yang di pujanya.

“Doktrin itu telah berakar dalam hati dan pikiranku, menggilas segala asa dan usahaku untuk di cintai oleh andra. Dan semalam aku telah mengambil keputusan penting untuk mengakhiri semuanya, mungkin buat sebagian orang cinta adalah memberi tanpa mengharap imbalan, tapi aku ga bisa, aku hanya wanita biasa yang mencintai dan butuh di cintai, karena bagiku suatu hubungan ga akan berhasil hanya dengan memberi atau menerima saja.Dan ingat ndra, akan selalu ada kesempatan kedua untuk mencintai dan di cintai, kamu hanya harus membuka hati kamu dan berani untuk memulai lagi”

Itulah terkahir kalinya aku memeluk andra, rasanya pedih, tapi inilah keputusan yang terbaik buatku, dan seperti ucapanku pada andra, akan ada kesempatan kedua, buat andra dan juga buatku…

Filed under: Get closer with ikyul

Awal

Ide menulis ini datang secara spontan setelah membaca blog milik seorang A****
blog itu membuatku tersenyum, ngakak, haru dengan cerita-cerita di dalamnya,
sekaligus memetik hikmah di balik setiap kejadian,
akhirnya kulanjutkan dengan membaca blog milik blogger yang lain.
Terlihat jelas berbagai macam cara pandang seseorang, gaya bahasa dan pengalaman-pengalaman mereka yang di tuangkan dalam sebuah blog.
Tiba-tiba saja jadi flashback,teringat saat pertama kali membuat cerpen yang tidak pernah di terima di majalah manapun. hehehe..
Saat itu aku masih duduk di kelas 3 bangku SMP, walaupun cerpen itu tidak pernah di terbitkan atau di baca oleh orang banyak, tetap saja ada kepuasan tersendiri saat membacanya.

Dan akhirnya, aku di sini, saat ini,
mencoba menulis ide-ide yang terlintas di pikiran,a taupun buah dari pengalaman-pengalamanku.
Aku sendiri hanyalah seorang awam dalam dunia tulis menulis ini, tidak mengetahui gaya bahasa apa ataukah sudut pandang apa yang kupakai, apalagi mengetahui kode etik penulisan yang benar..
hanya mencoba menulis, dan merasa nyaman saat membaca tulisanku,
syukur-syukur kalau orang lain tergerak untuk membacanya atau bisa menikmatinya..

Pada akhirnya aku hanya bisa berkata selamat membaca dan I AM READY dengan kritik dan komentar kalian :)

Filed under: Get closer with ikyul

About the writer

Libra girl(1st oct 1982),udah live alone since senior high(miss u mom),kadang bingung nentuin keputusan,tp kalo dah ngambil keputusan wuih,keukeh hehehe..kadang trlalu nyantai hadapi hidup,sakit maag,bondeng,maniezt dikit.capcay,mie goreng,duren,blaccurrent drink,red n black its my favourite colours,.JUVE REBORN,ewako PSM, ROSSI still the best,.. trying,pray, n be patience:)

Ikyul is reading

n2462022

YM status

RSS My friendster

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Previously on Ikyul

November 2009
S S R K J S M
« Mei    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30