Tak ada gurat sedih di wajahmu saat kau menceritakan kisahmu. Ekspresi menyesalpun hanya sedikit yang bisa ku tangkap dari caramu mengungkapkan pengalamanmu padaku. Entahlah jika kamu menyembunyikannya rapat-rapat di sudut hatimu, namun aku sungguh berharap kau tak akan mengulanginya lagi.
Saat kau meneleponku dan berkata kau sedang demam, aku sempat khawatir kau terjangkit demam berdarah karena beberapa orang di kompleks perumahan sekitar kost-an mu harus opname di RS karena demam berdarah. Tapi syukurlah demam mu itu hanya karena influenza. Dan jadilah aku menginap di kamarmu untuk menemanimu sekaligus melepas kangen karena kita sudah lama tidak ketemu.
Malam itu saja kamu sudah memberiku kejutan dengan mengakui bahwa kau akhirnya menyerahkan keperawananmu pada pacarmu yang baru kau pacari hampir 2 tahun. Padahal sebelum-sebelumnya walaupun kau bergonta-ganti pacar kau tetap menjaga hal yang sangat berharga itu. Aku tidak tahu kelebihan apa yang di miliki oleh pacarmu yang satu ini, kau hanya berkata bahwa kau sangat mencintainya, hal yang sama kau katakan padaku saat kau menceritakan perasaan cintamu terhadap pacar terdahulumu.
Dan keesokan harinya kau memberiku kejutan untuk yang kedua kalinya. Awalnya kau hanya mengeluhkan masalah yang kau rasakan di organ kewanitaanmu, dan dari keluhanmu aku mengira-ngira bahwa itu adalah infeksi. Dan pertanyaan besar di kepalaku adalah bagaimana kau bisa terkena infeksi seperti itu. Akhirnya kau mengakui semuanya. Bahwa kau sempat hamil dan saat kehamilanmu berusia 4 bulan kau menggugurkannya saat pulang ke kampung halamanmu. Dan yang membuatku tak percaya adalah kau menggugurkannya dengan bantuan dukun yang di daerah asalmu di sebut “biyang”. Saat kau medeskripsikan bagaimana biyang itu melakukannya, aku tergidik ngeri, karena aku megira itu hanya di lakukan di jaman-jaman dulu atau hanya ada di film-film horor jadul indonesia yang tidak berkualitas dimana si pemeran wanita menggugurkan kandungannya dengan bantuan dukun dan akhirnya harus mati karena alat-alat tidak steril yang di gunakan oleh si dukun misalnya bambu yang di serut tajam, dan akhirnya si pemeran wanita menjadi setan yang gentayangan.
Aku menepis perasaan, marah, sedih, kecewaku, dan mulai mendiskusikan semuanya. Kau bukan anak kecil lagi yang harus di jewer saat berbuat salah, kau juga bukan lagi remaja yang harus di hardik dan di beri setumpuk nasehat saat berbuat salah. Kau adalah wanita, yang tahu benar baik dan buruk, orangtuamu melepasmu sedemikian jauh untuk menuntut ilmu tentu telah membekalimu berbagai macam ajaran dan wejangan, juga kepercayaan yang begitu besar padamu. Kau adalah wanita yang sudah bisa menentukan pilihan apa yang akan kau buat dalam hidupmu. Akhirnya aku hanya bisa berkata padamu, kalau memang kadar rasa takutmu pada TUHAN sudah tidak sampai pada taraf yang bisa membuatmu tidak melakukan perbuatan itu, maka ingatlah kedua orang tuamu, kepercayaan mereka, harapan mereka, dan jika hal itu pun tidak mempan lagi, maka berilah sedikit rasa hormat untuk dirimu sendiri, sayangilah tubuhmu.
Dan kita mendiskusikannya, kau bertanya padaku kenapa kamu bisa hamil padahal saat itu kau melakukan coitus interruptus, coitus reservatus, buang luar atau apalah namanya. Ugghh apa kamu tidak tahu kalau cukup satu sperma sehat nan sempurna saja yang dibutuhkan untuk membuahi ovummu? Dan kemungkinan telah ada sedikit sperma yang keluar tanpa di sadari oleh pacarmu sebelum dia sempat menginterupsinya. Aku bertanya mengapa tidak memakai kondom? Itu lebih safety walaupun tak ada yang bisa menjamin kalau kondom yang sedang kau gunakan itu tidak bocor. Kamu malah menjawab bahwa pacarmu tidak suka menggunakan kondom. Tapi apa pacarmu itu tahu sesakit apa rasanya saat kau menggugurkannya dengan cara primitif itu? Apa pacarmu itu bisa merasakan nyeri yang kau rasakan saat ini karena infeksi? Dan jika dia memang benar-benar mencintaimu maka dia akan bertanggung jawab atas apa yang di lakukannya padamu saat kau hamil. Entahlah, aku tidak kenal dia, aku tidak bisa berbicara banyak tentang dia.
Tapi aku sungguh kecewa terhadapmu, miris rasanya mengetahui hal seperti ini terjadi padamu. Walaupun aku mengenalmu hanya karena kita pernah satu kost, tapi karena kau 2 tahun lebih muda dariku dan sering curhat padaku, maka aku menganggapmu seperti adik. Nasi sudah menjadi bubur, dan aku tidak pernah memandang rendah seseorang karena keadaan ataupun perbuatannya, karena bagiku setiap orang punya alasan, punya pertimbangan sendiri saat memutuskan untuk melakukan sesuatu. Yang bisa aku lakukan untukmu adalah berkata jujur bahkan blak-blakan mengeluarkan isi pikiranku padamu. Dan pada akhirnya,aku hanyalah bisa memberimu solusi atas dampak perbuatanmu.
Ku tulis ini hanya dengan tujuan agar setiap wanita yang ingin melakukan hubungan intim, tolong sayangilah dirimu sendiri, berilah sedikit rasa hormat untuk tubuhmu, pelajarilah organ tubuhmu sendiri, agar ada rasa mawas diri di hatimu. Ada rasa takut akan dampak jangka panjangnya. Bagaimana jika infeksi teman saya itu berkepanjangan dan ber predisposisi menjadi kanker? Belum lagi dampak psikisnya, karena bagaimanapun, di hatinya pastilah ada perasaan bersalah atas apa yang di lakukannya. Karena kita berbicara tentang nyawa, seorang janin yang tidak berdosa. Dan itu tidak seberapa jika di bandingkan akan pertanggunjawaban yang harus kita lakukan kelak pada TUHAN yang memberikan tubuh ini.
Tentunya kita masih mengingat jelas peristiwa terbongkarnya klinik aborsi dan di temukannya janin-janin yang di tanam di bawah lantai ruangan klinik itu.Dan negara kita bukanlah USA yang pemerintahnya telah siap mengantisipasi hal-hal seperti ini.Di USA, pemerintahnya membuat solusi yang brilian atas dampak pergaulan bebas yang tidak terbendung. Ada klinik aborsi yang legal jika seorang wanita memutuskan untuk tidak melahirkan anaknya, dan jika seorang wanita tidak sampai hati menggugurkan kandungannya namun tega untuk tidak merawatnya, maka anaknya bisa di adopsi oleh pasutri lain yang menginginkannya dan mereka menyediakan sarana itu.Tapi negara kita? Sungguh kita belum siap dengan solusi seperti ini, dan saya berharap negara kita tidak akan berputus asa dan membuat solusi seperti ini, melainkan mencari solusi lain yang lebih beradab.
Filed under: Refresh your mind

hey, tukeran lnk yuk?
boleh
oke, link kamu udah tak add di blogroll q
alooo… sepi. kemana aja bu?
bagus banget cerita nya… saluuttt…
Bahasanya membuat hatiku bergidik. Salam kenal, tukeran link yuk.