Maret 28, 2009 • 11:28 am

Aku sangat dekat dengan adikku yang kedua yang berusia 24 tahun,hanya terpaut tiga tahun dariku. Maklumlah, kami hanya tiga bersaudara, dan hanya aku yang perempuan sekaligus si sulung. Sedangkan adikku yang paling bungsu baru berumur 12 tahun. Walaupun adik cowokku ini tinggal di kota yang berbeda, tapi komunkasi kami tetap lancar. Seperti malam ini, aku baru saja selesai ber sms an ria dengan dia. Dan tergelitik untuk membahas isi percakapan kami.
Awalnya aku bertanya bagaimana kabarnya dan perkembangan usahanya. Kemudian di balasnya bahwa semuanya berjalan lancar. Sms kami berlanjut dengan pembicaraan ini dan itu, dan kemudian dia berkata pada saya kalau i siang tadi ibu meminjam uang tiga juta rupiah dari dia dan akan di kembalikan lusa. Kemudian dia minta tolong pada saya untuk memberinya info tentang harga printer yang di inginkannya. Katanya ibu yang akan membeli printer itu, karena ibu sangat membutuhkan printer itu untuk ngeprint sesuatu. Akupun tersenyum simpul sambil membalas smsnya degan jawaban “oke deh adikku sayang”.
Bahkan sekarangpun, sambil mengetik kisah ini, senyum masih di bibirku. Pasalnya aku merasa lucu, yang punya komputer, yang printernya rusak, kan adikku, kok ibu yang membeli printer baru hanya karena kebetulan ibu membutuhkan printer saat ini. Bukan itu saja yang membuatku tersenyum simpul, isi sms adikku yang berbunyi “tadi siang ibu ngutang tiga juta rupiah dari saya, lusa di kembalikan” membuat senyumku makin lebar. Bayangkan saja, ibu membangun dua ruko kemudian satu di berikan ke adikku, lalu memberinya modal puluhan juta untuk memulai usaha, tapi ibu tidak pernah berkata “kamu ngutang sama ibu nak”. Belum lagi jika di tambah biaya membesarkan dan menyekolahkan kami. Ah ibuku sayang, i love you very much.
Filed under: Get closer with ikyul

Yup, antara ponari sweet dan dewi persik memang tidak ada hubungan sama sekali. Hanya saja kedua berita itu menarik perhatianku, membuatku geleng-geleng kepala, sedikit iba, dan kesal. Pasalnya si dewi persik ini menikah siri akhir bulan juli kemudian akhir bulan september atau awal oktober dia kembali menikah siri, itu berarti masa iddahnya belum selesai tetapi dia telah melakukan nikah siri untuk yang kedua kalinya. Janganlah kita mengatasnamakan agama, berdalih menghindari zina untuk membenarkan perbuatan kita. Itu sama halnya cara untuk melegalkan perzinahan, dan membuat seseorang menikmati zina secara aman. Bukan tidak mungkin opini “menikah siri untuk menghindari zina” berkembang di masyarakat. Bisa-bisa adik-adik kita yang di bangku sekolah ikut-ikutan nikah siri dengan pacarnya agar bisa menikmati seks tanpa rasa berdosa. Inilah kalau mind set kita tentang pernikahan melulu soal menghindari zina, seakan-akan tidak ada cara lain yang bisa di lakukan untuk menghindari zina. Padahal menikmati seks hanyalah salah satu hikmah dari adanya pernikahan, bukan tujuan dari pernikahan.
Berbeda dengan berita dewi persik yang mebuatku kesal, berita si ponari ini membuatku geleng-geleng kepala, dan sedikit iba. Bagaimana tidak? ribuan orang berharap kesembuhan dari sebuah batu, yang entah benar mengandung zat-zat yang bermanfaat atau tidak, bahkan berita keampuhan batu itu menyembuhkan penyakit belum terbukti kebenarannya alias masih rumor, dan parahnya lagi, berita tentang orang-orang yang meninggal atau yang semakin parah karena tidak dapat di sembuhkan batu itu sudah terbukti kebenarannya, toh ribuan orang-orang itu masih tetap berduyun-duyun datang dan megharap kesembuhan dari batu si ponari. Bolehlah menduga ponari bocah indigo, tapi salah jika menganggap bocah indigo sebagai penyembuh. Bahkan menurut saya si ponari bukanlah bocah indigo, dia hanyalah bocah biasa yang kebetulan mempunyai batu petir itu, dan akhirnya ada yang membesar-besarkan tentang kemampuan batu itu. Iba rasanya melihat ribuan orang kompak untuk suatu aksi kebodohan. Iba rasanya melihat kenyataan bahwa sakit dan kemiskinan adalah dua hal yang bisa merusak aqidah dan keimanan seseorang. Iba rasanya bagaimana negeri kita belum mampu menyediakan pengobatan yang bisa di jangkau seluruh lapisan masyarakat dengan proses yang tidak bertele-tele.
Filed under: Refresh your mind
comments