Seminggu yang lalu teman baikku menginap di kostanku, mumpung sedang libur kami mengisi waktu dengan santai sambil menonton DVD. Ada sebuah film yang membuatku tertarik, berkisah tentang seorang remaja putri di amerika yang hamil di usia 16 tahun. Judul filmnya ”JUNO” sama dengan nama si remaja putri itu. JUNO hamil bahkan bukan karena berhubungan seks dengan pacarnya tapi sahabatnya semasa kecil, yang memang menyukainya. Jadi intinya ini bukan hubungan seks pertamanya dengan lelaki, dia malah melakukannya hanya karena penasaran bagaimana rasanya jika itu di lakukan dengan sahabatnya. Hehehe, aku jadi senyum-senyum sendiri mengingat tampang anak lelaki itu, culun abiezz, dan buat si anak lelaki,itu pengalaman pertamanya. Alhasil JUNO hamil, awalnya dia berniat untuk menggugurkannya, bahkan dia sudah ke klinik aborsi, tapi tiba-tiba saja dia berubah pikiran dan berniat untuk melahirkannya dan mencari pasutri yang bersedia mengadopsi anaknya.
Sambil menonton, temanku sedikit bergidik, takjub dan terheran-heran. Bagi dia, kok semudah itu mencari klinik aborsi, bahkan itu adalah hal legal di amrik sono. Aku jadi teringat berita yang pernah ku tonton di TV, di situ mengemuka wacana untuk mendirikan suatu klinik aborsi yang legal di jakarta. Buatku sih, wacana seperti itu wajar adanya, apalagi hasil survei WHO tahun 2006 di temukan 2,5 juta/tahun wanita di indonesia melakukan praktek aborsi dan ada yang harus meregang nyawa karena aborsi di lakukan oleh non paramedis.
Mungkin aku termasuk manusia yang ambivalen, jika di tanya apa aku menyetujui aborsi atau tidak? maka aku tidak bisa menjawab tegas ya atau tidak, karena buatku, hal itu di tinjau dari latar belakang wanita yang melakukan aborsi, dan its your choice!. Contoh kasus, ada pasutri yang melakukan aborsi karena dari hasil USG di ketahui anak mereka cacat, kembali lagi, itu pilihan, mereka punya pertimbangan sendiri, dan akan mempertanggungjawabkannya secara moril pun sendiri. Ada juga ibu-ibu yang punya 5 anak dan sudah bertahun-tahun KB, tiba-tiba hamil, dan dia memutuskan aborsi karena sudah tak berencana punya anak lagi, sekali lagi, buatku its your choice ladies!. Ada juga wanita yang melakukan aborsi karena sang pacar yang tidak bertanggung jawab lari entah kemana, bahkan remaja yang aborsi akibat freesex lifestyle, its your choice!. Setiap orang punya pertimbangan sendiri, dan tahu apa yang terbaik buat mereka. Perkara mereka akan mempertanggunjawabkannya secara moril dalam hidup ini, ataukah ganjaran di akhirat nanti, itu urusan mereka.
Aku hanya ingin wanita segala usia khususnya remaja putri punya sex education yang baik dan cukup, agar mereka mengenal diri mereka sendiri, tahu benar fungsi organ mereka sebagai wanita, dan resiko yang bisa terjadi akibat freesex lifestyle dan aborsi. Dan tidak berhenti di situ saja, nilai-nilai agama tetaplah yang utama. Karena menurutku, semakin kita tahu tentang sesuatu maka semakin berhati-hati kita dalam bertindak.
Ada lagi hal yang menurutku menarik di film “JUNO” ini, saat JUNO menjelaskan pada orangtuanya bahwa dia hamil dan berniat melahirkannya untuk di berikan pada pasangan yang bersedia mengadopsi anaknya. Si ayah dan ibu tampak sedikit terperangah dan terdiam sejenak, menarik nafas panjang, dan berkata, kalau itu sudah keputusanmu, kami mendukung sepenuhnya, yang membuat mereka kaget karena tahu ayah si anak adalah remaja lelaki yang culun itu, karena mereka tidak menyangka kalau JUNO mau berhubungan sex dengan si culun:p (orang tua yang aneh hehehe) coba saja kalau itu terjadi pada remaja putri di indonesia, si anak pasti sudah di gampar, di marahi habis-habisan, di ceramahi, kalau si anak telah mencoreng nama keluarga, anak tak tahu di untung, apa kata orang? Dan berbagai sumpah serapah lainnya, yang bikin eneg jika di dengar. Orang tua lupa mengintrospeksi diri, mereka memang mengeluarkan duit untuk menyekolahkan si anak di sekolah mahal, uang jajan sehari yang cukup untuk makan sebulan buat si pemulung, namun syukur-syukur dalam sehari si anak bisa bertemu orang tuanya yang super sibuk, jadi jangan di tanya apa si orang tua sempat memberi perhatian apalagi menerapkan nilai-nilai agama buat si anak.
Sebagai makhluk biologis, manusia punya nafsu untuk berkembang biak, punya nafsu berahi, punya hasrat untuk di cintai dan mencintai, itu gunanya kita di ciptakan berpasang-pasangan ya kan? Namun kita makhluk beragama yang di bekali otak untuk berfikir, ada tata cara memuaskan nafsu itu, dan itulah yang membedakan kita dengan makhluk hidup yang lain. Melihat american lifestyle, menurutku, pemerintah amrik sono pandai mebuat solusi dalam masalah seperti ini. Di sekolah-sekolah dan di rumah mereka membekali anak-anak mereka dengan sex education yang cukup, mereka tidak mengajarkan jangan melakukan hubungan sex, tapi cara melakukan hubungan sex yang aman, agar terhindar dari penyakit dan resiko yangtidak di inginkan. Nah bagaimana kalau safety sex nya masih membuat remaja putri mereka hamil dan berniat menggugurkannya? Gampang saja, ayo kita buat klink aborsi yang legal, agar anak-anak kita bisa melakukannya dengan resiko yang minimal. Lalu bagaimana kalau anak putri kita memutuskan tetap melahirkan anaknya, namun tidak ingin mengasuhnya? Yo weiss, kan banyak tuh pasutri yang tidak bisa punya anak karena mandul? yah kita tinggal mengakomodir semuanya saja, termasuk pengurusan adopsi yang tidak bertele-tele, mudah kan?
Nah bagaimana dengan kita? Indonesian people? sudah pantas kah kita melegalkan klinik untuk praktek aborsi? Bagaimana kalau yang datang justru para lelaki hidung belang dengan wanita simpanannya? Atau para PSK? Atau lebih parahnya lagi jika praktek legal seperti ini ada tanpa adanya sex education,landasan moral dan agama bagi para remaja putri kita sebelumnya. Melihat situasinya, kita belum siap untuk hal seperti ini. Namun, kita jangan menutup mata, dan berhenti untuk berbuat sesuatu, karena jika terus seperti ini, sangatlah mungkin kita menjadi negara yang siap, dan memberi solusi seperti pemerintah amrik sana. Apakah kita juga siap jika suatu saat nanti, banyak anak indonesia akan bertemu orangtua kandungnya di usia 25 tahun, karena sejak kecil di adopsi oleh keluarga lain? Anak-anak yang tidak tahu asal usunya dan dari mana dia berasal? Yang memendam tanya dalam hati seperti apa orangtua kandungku? Aku tak minta di lahirkan di dunia ini, namun mengapa orangtuaku tega memberikanku pada orang lain seakan aku seonggok barang tanpa nyawa?
Jadi kembali lagi, its your choice. Anak-anak tak minta di lahirkan, mereka bukan milik orang tua mereka, hanya titipan, namun setiap orang tua punya tanggung jawab untuk menunjukkan arah yang benar, dan menanamkan nilai-nilai moril dan agama dalam hidup mereka. Seperti ayah JUNO yang menyadari benar nilai seperti apa yang di tanamkannya pada anaknya.
Filed under: Refresh your mind

I wanna say Hi..
Stop Abortion
^_^ Nampaknya kita setuju, jika pendidikan itu harus bermula dari keluarga. Jika keluarga rapuh, maka jangan salahkan jika kelak anaknya hanya bisa menjadi sampah masyarakat. Btw.. kalo masalah pelegalan aborsi. Saya lebih memilih untuk MENOLAKNYA, karena lebih banyak keburukannya dibandingkan manfaatnya, belum lagi disusul dengan masalah-masalah lain yang nanti pasti merembet.
salam kenal
wa wah wah aborsi itu sanga di larang sekali oleh agama tuh
tolak aborsi mbak..
*aminhers, insansains, yudhi14 :
secara nurani n sudut pandang agama ikyul jg menolak aborsi, tp entahlah jika di hadapkan pd situasi yg sesungguhnya stu saat nanti (mudah2an sj ga akan pernah amiiin), coz ikyul dah pernah menyaksikan pergolakan jiwa seorang teman yg terpaksa aborsi krn anak yg di kandungnya cacat, ah entahlah..itu tergantung iman kali ya….
jadi curhat nih hehehe……
melihat halaman jangan hanya dari satu jendel, karena mungkin ada taman yang tak tampak. Padahal itu yang paling indah.
melihat aborsi jangan hanya dari satu sudut pandang, karena mungkin ada sudut lain yang bisa jadi menjadi pembenarannya….
ini bukann hanya sebuah pilihan tapi juga memahami masalah dari sudut pandang yang kita miliki…
Artikel menarik,
ketentuan hukum aborsi dari sudut pandang agama (Islam); haram dan dibolehkan karena uzur, lengkapnya bisa dibaca di sini http://www.mui.or.id/mui_in/fatwa.php?id=101
waduh diskusi yang sama sewaktu kuliah….!
aborsi emang di larang, tapi buat saya kalo itu emang dirasa perlu kenapa ngak…!
Melihat segala kejadian dan perilaku yang terlihat oleh pandangan mata kita
mengajarkan kepada kita bahwa itu semua adalah CERMINAN DIRI kita juga.
Jadi…??
Sepakat dengan pandangannya QIZINK
MasyaAllah kecian amit tuw Bayiiii *miris liat picture na*
wah ndah bgt kata2 terakhirnya
eh ngomong ngomong JUNO ini bagus bener nilai moralnya!
KALAU ADA ANAK HAMIL DI LUAR NIKAH YA GA BERARTI MUSTI DI KELUARIN DARI SEKOLAH!!!
*sedikit napsu
dan juga suka adegan dimana Juno memiilh tidak melihat anaknya sama sekali
ah… banyak banget deh yang bisa diambil dari film ini
DAN SOUNDTRACKNA LUCU SMUAAAAAA
natazya
setujuu!!!! :p
mending tunggu nikah deh,,,halal+berpahalah…
heheheh…kapan lagi kita bisa nobar dikosanmu say???akhir2 ini keknya ko sibuk,biar tlpku ga diangkat bela…
Kayanya rame yah filmnya, aku lum nonton masalahnya …..
liat foto nya aja udah serem…
terusin baca gak yah.??