Ikyul Inside

me and what inside my heart and mind

“TRAGEDI” ayat-ayat cinta

Sudah 2 hari ini aku bolak-balik studio 21 sejak mengetahui kalo hari senin lalu tepatnya tanggal 25 februari film ayat-ayat cinta sudah di putar di studio 1, dan bukannya tanggal 28 februari seperti iklannya.

Selasa, 26 februari aku datang ke studio 21 mal panakukang sekitar jam 6:45 pm, tiket untuk jam 7:15 pm sudah sold out, yang ada cuma pemutaran jam 9:30 pm, tapi teman yang bersamaku tidak mau kalau nontonnya jam segitu, alhasil kami pulang dan janjian untuk kembali esok hari.

Rabu, jam 7:00 pm rencananya kami mau nonton jam berapapun, yang penting rasa penasaran pada film ini bisa terpuaskan. Bukan apa-apa, novel ayat-ayat cinta ini sudah aku baca sejak tahun 2005, dan merupakan salah satu bacaan favoritku. Namun akhirnya kami kembali pulang dengan tangan kosong karena semua jam penanyangan tiketnya sold out. Rasanya kecewa berat, tapi hari esok kan masih ada pikirku.

Jam 10:00 pm tiba-tiba temanku menelpon dan mengatakan mau menjemputku di kosan 15 menit lagi untuk kemudian kerumahnya menonton film ayat-ayat cinta, katanya adiknya punya cd nya. Awalnya sih aku tidak mau karena takut kualitas gambarnya jelek, dan rasanya lebih seru nonton di bioskop dengan layer super gede. Tapi rasa penasaran mengalahkan segalanya, jadilah malam itu aku nonton bareng dengan temanku dan adiknya di rumah mereka. Kualitas gambarnya bagus sekali persis seperti cd original dan sekaligus membuatku heran (bukan heran karena cd kok bisa di bajak), tapi heran karena bajakannya bisa beredar secepat ini, dengan kualitas gambar bagus pula (dan ternyata ini pula alasan mengapa film ini di majukan penayangannya karena telah di bajak sejak tayang priemernya di jakarta).Bukan rasa heran saja yang menghinggapiku, tapi juga takjub, aneh bin ajaib, karena film yang ku tonton ini sama sekali tidak mirip dengan novelnya.

Uuuuuggghhh rasa kesal, umpatan penuh emosi kami tidak etis rasanya kalau aku tuliskan di sini. Aku merasa benar-benar kecewa, novel sebagus itu, pesan moral yang ingin di sampaikan kang ibik, novel yang bisa menjadi pembangun jiwa, novel yang bisa membuatku lebih paham akan ajaran agamaku, di interpretasikan dalam film yang sungguh jauh dari novelnya. Temanku bahkan mengatakan, kalau mas hanung mungkin tidak mengerti apa pesan dalam novel itu (padahal dia sangat mengagumi mas hanung setelah berhasil membuat film JOMBLO, karena ide ceritanya dari sebuah buku yang berjudul sama). Bayangkan saja, di novel itu di gambarkan kehidupan seorang pemuda yang bernama fahri, pemuda sabar, lembut dan penyayang, betul-betul menjalankan hidupnya sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan hadist tapi kok di filmnya di gambarkan seperti pemuda yang tidak mampu menjaga pandangan dan pergaulannya, pemuda yang tidak sabaran, pemarah, dan cenderung tidak penyayang terhadap sang istri. Aisha yang di gambarkan seorang wanita muslimah yang menjaga perkataan, lembut, lagi penyabar, kok bisa menjadi aisha yang cenderung cuek dalam berbicara dengan sang suami, bahkan pencemburu dan pemarah. Bahkan ada adegan yang tidak pernah di tuliskan di dalam novel tapi ada di filmnya. Dan terus terang di sini aku kecewa, di gambarkan seorang yang berpoligami tinggal satu atap dengan kedua istrinya (aku tidak tahu boleh tidaknya dua orang istri di kumpulkan dalam suatu atap, namun aku rasa tidak etis karena perasaan wanita yang sangat halus, dan gampang merasa cemburu).

Tidak bisa di pungkiri, faktor durasi juga menjadi kendala. Novel membuat khayalan kita bisa mengembara kemana-mana, sesuai dengan latar belakang cerita dan alurnya.Tapi dalam film itu sulit di lakukan karena durasi yang terbatas, dan juga dalam film ayat-ayat cinta ini, budget untuk pembuatan film tersebut terbatas. Namun hal yang paling krusial adalah substansi dalam novel yang di angkat haruslah benar-benar sesuai dengan novelnya, dan inilah yang tidak di dapatkan dalam film ayat-ayat cinta, dan buatku merupakan hal yang sangat fatal sekaligus tragedi. Film DAVINCI CODE misalnya, walaupun tidak semua bagian dalam buku bisa di interpretasikan, tapi substansi ,alur cerita, dan karakter tokohnya sesuai dengan novelnya. Begitu juga dengan THE FIRM buku karya john grisham.

Perasaan kecewa menonton film ayat-ayat cinta ini sama seperti saat aku menonton film Jakarta undercover, yang benar-benar berbeda dengan bukunya, malah seperti cerita sinetron, kejar mengejar penjahat dengan si luna maya. Dan terus terang inilah yang membuatku kadang enggan menonton film Indonesia, bukannya aku tidak cinta buatan anak negeri. Jangan di tanya aku adalah salah satu generasi muda yang tetap bangga menjadi bagian dari negeri ini di tengah keadaan negara yang carut marut seperti sekarang ini. Namun dalam industri film ini, aku ingin sekali para senias Indonesia bisa melihat cara orang-orang Hollywood membuat film, nilai komersilnya dapat dan sekaligus ada pelajaran yang bisa di dapat setelah menonton film-film mereka. Misalnya saja schlinder list, dan freedom writers, yang mengulas isu SARA dan kemanusiaan, dan banyak lagi film-film yang menggambarkan bagaimana manusia di bumi ini harus bersikap agar tidak merugikan bumi yang kita tinggali saat ini, misalnya saja the end of the day, bahkan film I am a legend yang nilai komersilnya sangat tinggi tetap punya pesan moral di dalamnya. Industri perfilman kita memang kadang hanya mengejar nilai komersilnya, sehingga tidak membuang-buang waktu untuk riset terlebih dahulu.

Intinya, film ayat-ayat cinta ini sangat mengecewakan bila di bandingkan novelnya, namun aku sedikit terhibur atas pilihan tontonan yang berbeda dari film-film yang isinya melulu hantu gentayangan. Para sineas kita semua masih harus banyak belajar, dan para produser semoga saja berhenti untuk memikirkan keuntungan semata tetapi juga menjadikan industri ini sebagai tontonan yang layak di tonton dan mendidik.

Maju terus perfilman Indonesia, jadikan kritikan sebagai cambuk untuk karya berikut yang lebih baik. Ku tunggu karya mas hanung berikutnya ya. :) (

Filed under: Get closer with ikyul

About the writer

Libra girl(1st oct 1982),udah live alone since senior high(miss u mom),kadang bingung nentuin keputusan,tp kalo dah ngambil keputusan wuih,keukeh hehehe..kadang trlalu nyantai hadapi hidup,sakit maag,bondeng,maniezt dikit.capcay,mie goreng,duren,blaccurrent drink,red n black its my favourite colours,.JUVE REBORN,ewako PSM, ROSSI still the best,.. trying,pray, n be patience:)

Ikyul is reading

n2462022

YM status

RSS My friendster

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Previously on Ikyul

Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31