Ikyul Inside

me and what inside my heart and mind

LOGIKA or NURANI?

Lima bulan sudah aku tidak pernah membuka blog sendiri, bahkan ide dan hal-hal yang ingin ku tulis,singgah dan menguap entah kemana.Alasan kesibukan sih sebenarnya klise, karena kalau ada kemauan pasti ada saja jalannya.Tapi ghirah untuk menulis akhir-akhir ini memang sedang menurun.

Namun entah mengapa malam ini semangat untuk menulis muncul kembali.Gara-garanya peristiwa yang terjadi sore tadi.Tiba-tiba saja sepupuku yang berusia 21 tahun menelpon, dan berkata mau mampir menyambangiku sekaligus curhat.Sambil menunggunya aku terus berpikir anak ini punya masalah apa karena jarang-jarang dia mampir ke kost-an ku apalagi curhat segala.Alhasil aku menunggu dengan penasaran walaupun tidak sepenasaran saat menunggu kelanjutan serial kesayanganku.Akhirnya dia datang mengendarai escudo birunya bersama 2 teman cowok sebayanya.Herannya lagi walapun sudah cerita ngalor-ngidul, ini-itu, dia belum juga cerita masalah apa yang membawanya ke tempatku.Tebakan yang sudah ada di kepalaku sejak tadi kutanyakan saja secara gamblang, “pasti di antara kalian ini ada yang pacarnya sedang hamil, iya kan?” tanyaku ceplas ceplos layaknya cenayang ahli yang yakin akan tebakannya.Dan ternyata, dugaanku memang benar.Mudah saja sih sebenarnya, masalah yang dihadapi anak seusia mereka biasanya soal narkoba atau free sex dan dampaknya, apalagi kalau melihat latar belakang pendidikanku yang menyebabkan mereka datang mengunjungiku.

Dan memang benar, sepupuku itu datang mengunjungiku untuk meminta nama obat yang bisa menggugurkan kandungan pacar temannya yang sedang hamil 6 minggu.Walaupun aku bisa menduga persoalan mereka, tetap saja rasa tak percaya, menghampiriku.Desas-desus kebobrokan pergaulan anak-anak ABG makassar ternyata memang benar, ini lah salah satu buktinya.Anak yang sedang hamil itu masih duduk di salah satu bangku SMU negeri di kota ini.

Aku terdiam, logika dan kata hati punya pendapat yang sungguh berbeda.Kata hatiku jelas-jelas menolak untuk memberikan nama obat itu, walaupun pembentukan organ belum terbentuk pada janin itu, tapi tetap saja bakal calon manusia yang tidak bersalah, walaupun aku tak tahu pada minggu keberapa atau bulan keberapa ruh di tiupkan kepadanya, tapi tetap saja kata hati menolak untuk memberi mereka nama obat itu.Sementara logikaku punya pendapat bahwa akan ada dampak panjang yang lebih buruk bila aku tak memberikan nama obat itu, mungkin mereka akan di nikahkan dan mental mereka belum siap untuk itu.Kata hatiku berkata lagi “berani berbuat, ya harus bisa tanggung jawab akibatnya dong”.Kemudian hatiku memberondongku dengan pertanyaan “kalau kamu memberi tahu mereka obatnya, bukan hal mustahil mereka akan menyalahgunakannya, dan tidak takut untuk berbuat lagi karena penangkalnya sudah ada”.Wah kata hatiku betul juga, tapi “tunggu dulu, kamu kan bisa membeli obat itu, dan memberi mereka pilnya saja tanpa kemasan” sambung logikaku.Sedih rasanya, imanku mungkin lemah, logika dan kata hatiku saling bertentangan, tapi satu hal yang pasti aku masih bersyukur nurani dan logikaku masih se iya dan sekata bahwa free sex yang mereka lakukan adalah perbuatan zinah dan salah satu dosa besar dalam agama yang ku anut dan benar-benar kuyakini kebenaran ajarannya.

Jadi buat pembaca, silahkan menerka keputusan apa yang akhirnya ku ambil, aku memberi kalian kebebasan untuk berimajinasi dengan pendapat dan pemikiran kalian :)

 

Filed under: It's my life

About the writer

Libra girl(1st oct 1982),udah live alone since senior high(miss u mom),kadang bingung nentuin keputusan,tp kalo dah ngambil keputusan wuih,keukeh hehehe..kadang trlalu nyantai hadapi hidup,sakit maag,bondeng,maniezt dikit.capcay,mie goreng,duren,blaccurrent drink,red n black its my favourite colours,.JUVE REBORN,ewako PSM, ROSSI still the best,.. trying,pray, n be patience:)

Ikyul is reading

n2462022

YM status

RSS My friendster

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Previously on Ikyul

Februari 2008
S S R K J S M
« Sep   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829