Ikyul Inside

me and what inside my heart and mind

BELOVED SISTER

Zahra, nama temanku, bukan hanya sekedar teman, tapi juga seperti sister buatku, mungkin karena aku hanya memiliki 2 saudara laki-laki sehingga aku demikian sayangnya dengan zahra, padahal kami seumuran. Dia juga sudah tahu kelemahanku, yah aku sangat menyayanginya, pertolongan apapun yang di butuhkannya sedapat mungkin kuusahakan, cukup dengan senyum memelasnya hatiku akan luluh.

Kami belajar bersama, kemana-mana bersama,bahkan teman-teman menjuluki kami suami istri, soulmate dan masih banyak lagi julukan yang diberikan pada kami, tapi jangan di interpretasikan lain ya, kami berdua normal, bukan pasangan lesbian kok:).

Zahra sangat cantik, dan juga sangat ketat memberi batasan hijab dalam pergaulan maupun menurut aurat.Aku sendiri kagum padanya,dan salah satu alasan aku sangat menyayanginya adalah karena hal itu.

Karena pemahaman agamanya jualah yang membuatnya bimbang saat dia mulai menyukai seorang pria.Abdul nama pria itu,masih memiliki hubungan keluarga dengannya,walaupun menyukai abdul, dia tidak pernah berduaan apalagi menyingkirkan hijab dalam pergaulan dan penampilannya.Zahra bimbang,dia tidak ingin berlama-lama dalam hubungan yang seperti itu,takut nantinya akan seperti kebanyakan pasangan muda-mudi yang berpacaran dan bergaul seperti di zaman jahiliyah,apalagi dia hanya tinggal bersama sepupu perempuannya dan seorang kakak lelakinya,jauh dari orang tua.

Saat abdul menawarinya untuk menikah,dia pun memberanikan diri untuk berbicara dengan orang tuanya,walaupun ayahnya memberi restu,tapi ibunya tidak setuju kalau zahra menikah sebelum menyelesaikan pendidikannya.

Akhirnya keinginan untuk menikah coba di lupakannya.Namun seiring berjalannya waktu dia merasa bahwa dirinya tak ubahnya seperti pasangan-pasangan lain yang sedang di mabuk asmara,walaupun di mataku tidak ada yang berubah darinya,dia tetap zahra yang menjaga hijabnya,kalaupun abdul menjemputnya sepulang kuliah,aku pasti ikut bersama mereka.Tapi siapa yang bisa menjamin kesucian hati? Hanya yang empunya hatilah yang paling memahami siapa diri mereka sebenarnya,dan itulah yang di rasakan zahra,dia merasa kesucian hatinya telah ternoda.Dan akhirnya dia berani mengemukakan pendapatnya untuk menikah tapi tanpa sepengetahuan ibunya dan orang banyak.

Dan aku,orang terdekatnya di beri tahu seminggu sebelum pernikahan itu.Tentu saja aku kaget,ku tanyakan apakah dia sudah benar-benar yakin dengan keputusan ini?Apakah abdul benar-benar bisa di jadikan seseorang yang pantas untuk menemani hidupnya di dunia ini INSHA ALLAH? Karena selama ini,aku menilai zahra terlalu bernilai untuk seorang abdul,yang katanya baru insyaf dari pergaulan bobroknya,dan mencoba untuk lebih baik sekarang ini.Aku pernah mengemukakan opini itu pada zahra,tapi dengan bijak dia berkata bahwa seseorang pantas untuk di beri dukungan,apalagi saat dia mengaku telah meninggalkan perbuatannya yang buruk di masa lalu.Apalagi kakak lelaki zahra yang juga teman abdul,mengatakan hal-hal yang baik tentang abdul.Aku hanya bisa mendoakan saja yang terbaik,terlebih lagi alasan lainnya adalah karena Abdul masih keluarga dekat yang notabene menurutnya akan lebih menyayangi dan melindunginya di bandingkan pria lain.

Pernikahan itupun terlaksana di sebuah rumah milik keluarga jauh zahra di kota ini dan hanya di hadiri sekitar 15 orang,kakak lelakinya, aku satu-satunya teman,penghulu,saksi,dan keluarga jauhnya yang berada di kota ini.Ayah zahra yang berada di kota lain hanya mendengar lewat handphone,ibunya dan saudara perempuannya sama sekali tidak tahu menahu dengan peristiwa ini.

Bahkan aku lah yang bersikeras mencarikan kebaya untuknya,karena awalnya dia berkata itu tidak perlu,karena dia akan mengenakan pakaian yang sering dipakainya saat ke pesta pernikahan teman kami,tapi bagiku ini tetaplah sebuah moment yang sangat indah bagi seorang perempuan,saat mendandaninya aku mencoba tak menangis,karena bagiku dia layak untuk mendapatkan lebih dari ini,di dampingi oleh ibu dan ayahnya,teman-teman kami yang lain,orang-orang yang menyayanginya,dan akhirnya setelah ijab qabul di ruang tengah,zahra memelukku dan kami menangis bersama,”sister, i wish all the best for you”,barakallah, itulah doaku sis,dalam hati dengan seluruh perasaan sayangku untukmu.

Dan 3 bulan kemudian kami kembali bersama,aku,zahra dan kakak lelakinya,tp kali ini di dalam sebuah ruangan yang sedapat mungkin di hindari oleh pasutri,ruangan sidang pengadilan agama.Zahra menggugat cerai suaminya abdul,karena tertangkap basah sedang berselingkuh di sebuah kamar hotel.Abdul memang tidak pernah meninggalkan kebobrokan pergaulannya,mungkin juga dia mencoba tapi tidak berhasil,entahlah.Yang aku rasakan hanyalah perasaan iba sekaligus bangga pada zahra,my beloved sister,iba karena aku merasa dia pantas mendapatkan lelaki terbaik di dunia ini,bangga karena dia dengan teguh memutuskan langkah apa yang harus dia ambil saat ini,buatnya perzinahan tidak dapat di beri toleransi,dan dia tidak merasa malu menyandang status janda di usianya yang masih sangat muda,23 tahun.Baginya jalan masih panjang,masih ada banyak hal-hal indah ataupun masalah yang lebih pelik yang natinya akan di jumpainya,dan apa yang di alaminya saat ini tidak akan menjadi kan halangan buatnya untuk mencari kebahagiaan lain nantinya INSHA ALLAH.

Aku tak tahu siapa yang bisa di kambing hitamkan dalam masalah ini,apakah abdul yang katanya mencoba menjadi lebih baik namun tak berhasil,zahra yang mempunyai niat yang baik dalam mengambil keputusan untuk menikah tapi kurang mempertimbangkan hal yang lain seperti restu ibunya,ataukah ayahnya yang memberi izin tanpa memikirkan baik dan buruknya hal itu,atau aku sahabatnya yang tidak bersikeras dengan pendapatku untuk menunda pernikahannya saat itu.

Atau mungkin benar kata ustadz yang kami temui bahwa walaupun pernikahan zahra saat itu sah di mata ALLAH dan di mata hukum,dengan restu ayahnya, namun tetap tanpa restu ibunda yang melahirkannya,dan juga tanpa ada syiar ke khalayak ramai,sehingga abdul merasa tidak memiliki tanggung jawab untuk memelihara dirinya karena sepengetahuan orang lain dia masih lajang.

Yah kira-kira sperti itulah,pernikahan bukan hanya hubungan antar pasangan suami istri,tapi juga hubungan antara pasutri dengan keluarganya,masyarakat di sekitarnya,dan bukan hanya bermodalkan niat yang baik.

Dan buatku sendiri,i hope will marry with the right man,on the right time,and in the right place INSHA ALLAH:)

Filed under: It's my life

HTS*

*Hubungan Tanpa Status

Untuk ke sekian kalinya dalam 6 bulan ini andra datang lagi padaku, bercerita tentang rasa pilunya di tinggal oleh seorang lusi setelah 7 tahun bersama.

Dan entah untuk yang ke berapa kalinya aku memeluknya, dan berkata “ndra jangan gini dong, hati inge lebih sakit kalo ngeliat kamu sedih kaya gini di bandingkan menyadari kenyataan inge cuma HTS an kamu’’.

Yah, pahit memang..
aku, inge, hanya seorang wanita yang mengisi hari-hari andra setelah di tinggalkan oleh seorang lusi.

Masih terbayang jelas saat dia memberi pengakuan padaku “nge, aku suka ma kamu, tapi aku ga bisa menjanjikan apa-apa untukmu, ga bisa memberi kepastian akan seperti apa hubungan kita nantinya, aku sayang kamu inge, tp aku butuh waktu untuk meyakinkan diriku dan menyembuhkan duka yang di tinggalkan lusi. Yang bisa ku beri sekarang hanya sebuah hubungan seperti ini.

Mungkin aku memang bodoh, atau telah di butakan oleh perasaan cinta, ku terima saja tawarannya untuk menjalin sebuah hubungan tanpa status alias HTS.Itu memang pilihan yang ku ambil dan ku sadari konsekuensinya, so much pain di dalamnya, tapi aku merasa lebih sakit tanpanya, tanpa sosok andra, tanpa mengetahui kabar tentang dia, atau sekedar melewati hari tanpa memberinya perhatian,walaupun hanya melalui sms yang kadang tak di balasnya,bahkan alasan mengapa dia tidak bisa menjadikanku pacarnya, ku telan mentah-mentah, tanpa argumen yang berarti dan malah kujadikan sebagai nilai tambah untuknya,yaitu kejujuran.”Aku ga bisa menjadikanmu pacar saat ini nge, karena saat aku menjadikanmu pacar berarti aku telah berkomitmen padamu dan aku menjunjung tinggi sebuah komitmen,bagaimana jika lusi menyadari kesalahannya dan ingin kembali padaku? Aku pasti menerimanya nge, karena kami punya masa 7 tahun, telah saling mengenal satu sama lain, dan saat itu akan sangat menyakitkan bagimu karena kau telah berstatus sebagai pacarku”.

Yah, aku seorang inge, mengaguminya karena kejujurannya,kesetiaannya,dan rasa cintanya, walaupun itu bukan di tujukan untukku.

Aku memang memeluk raganya, tapi bibirnya berucap hal indah yang bukan di tujukan untukku, “hatiku dan hati lusi telah bermain main bersama nge, sehingga hati ini ga bisa kemana mana lagi, aku masih ingat,saat hiking bersamanya,aku menggendongnya,ga peduli akan rasa lelah di sekujur tubuhku” atau “tau ga nge, lusi tuh suka banget ma kopi, ga bisa melewatkan sehari tanpa kopi” dan masih banyak lagi cerita andra tentang lusi, kenangan mereka.

Sebagai wanita yang sangat mencintainya aku ingin berkata “kenapa kau begitu mencintai lusi? Padahal yang ada di dekatmu saat ini aku ndra, yang menemanimu melewati semuanya aku ndra? Mana lusi yang kau banggakan itu?dia ga ada ndra, ga ada! Tapi aku ga sanggup, aku terlaluh lemah mungkin lebih tepatnya became an idiot coz this love.

Bahkan setiap kali andra pamit padaku untuk pulang aku menangis dalam pelukannya, karena sangat takut kalau kalau lusi kembali padanya dan hari ini adalah hari terakhirnya bersamaku, dan setiap kali aku menangis di pelukannya andra memelukku dan berkata “nge, lusi yang juga begitu sedihnya setiap kali kami berpisah seperti ini, toh dia juga bisa meninggalkan aku”.Itulah andra, yang begitu terluka kehilangan wanita yang di cintainya tetapi tak bisa melupakan cinta itu sendiri.Entah siapa yang lebih menyedihkan, aku atau andra, mungkin ini jugalah yang mendekatkan kami, perasaan ini.

Logika ku berkata, inge tinggalkan semua ini, kamu bisa mendapatkan lelaki lain yang bisa mencintaimu sepenuh hati, membuatmu tersenyum, mengisi hari-harimu dan membahagiakanmu.Tapi hati ini tak sanggup, sungguh tak sanggup kehilangan seorang andra.

Dalam hidup kita selalu di hadapkan pada sebuah pilihan, dan inilah pilihanku, bersama andra walaupun hanya untuk sesaat.

Dan akhirnya, dewi fortuna berpihak padaku, setelah 8 bulan menjalin hubungan tanpa status bersama andra, akhirnya dia berkata”nge,aku ingin meninggalkan masa laluku , aku ingin memulai sesuatu yang baru bersamamu, kamu mau nge?menjadi pacarku? Tapi yang sabar ya nge, aku ingin belajar mencintaimu, aku butuh waktu melupakan segala hal tentang lusi”. Itulah perkataan andra saat itu, dan aku, seorang inge begitu bahagianya dengan status baru, walaupun status itu sebenarnya tidak memberikan perubahan apa-apa dalam hubungan kami, karena andra masih belum mencintaiku.

Aku melalui hari-hari sebagai pacar andra, ada yang berubah memang, dia tidak lagi bercerita tentang lusi dan perasaannya, dia juga sudah rajin membalas sms yang kukirimkan.Tapi tetap saja aku tak bisa mengerti tentangnya, tentang andra, mengapa foto-foto lusi masih tergantung di kamarnya dan tersimpan rapi di telepon genggam miliknya, dalam drive khusus komputernya,atau mengapa saat lusi menelponnya dia masih menerimanya dengan bahagia, dan tidak memikirkan perasaanku yang saat itu berada di sampingnya, sungguh aku tidak berjiwa besar menerima semua itu, tapi yang kulakukan hanya diam dan tangis menjadi teman baikku tanpa sepengetahuannya.

Hari ini, hampir setahun aku menjadi pacar andra, di tambah 8 bulan bersamanya dalam hubungan tanpa status.

Aku menerima sms nya dan isinya singkat tapi membuatku bertanya-tanya “inge,aku ingin di dekatmu,aku ingin di dekatmu” itulah bunyi sms yang dia kirimkan padaku dan setelahnya dia menelponku dan ingin bertemu.

“Nge, jangan tinggalkan andra ya, cuma inge yang andra punya skarang ”lirih andra berkata di hadapanku.”Ada apa ndra?” Surprise pikirku tiba-tiba dia datang dan berkata seperti ini terhadapku, perkataan yang kunanti sejak dulu.

“Lusi nelpon semalam nge, dan ngabarin kalo dia akan menikah bulan depan.Rasanya sendiri nge, hanya inge yang menemani, jangan tinggalkan andra ya nge, andra baru menyadari kalo inge sangat berarti buat andra” andra berkata dengan sedih.

Ku raih andra dalam pelukanku, rasanya pedih.Ah seandainya…

”ndra maaf,inge udah sampai pada titik nadir menunggu, dan semalam inge tlah memutuskan meninggalkanmu, karena asa telah aus termakan waktu, aku telah putus asa, dalam hati dan pikiranku telah tertanam doktrin bahwa lusi adalah cinta sejatimu yang akan selalu ada dalam hatimu, seperti pernah kau tanyakan padaku “inge, seandainya nanti kita berjodoh, apakah kamu bersedia menjadi istriku tapi dalam hatiku lusi tetaplah cinta sejatiku? “dan aku hanya mengiyakan. Yah, tanpa aku dan andra sadari telah tertanam doktrin bahwa untuk selamanya aku hanyalah sebuah pelengkap dalam hati andra, tak akan pernah di cintainya, dan sekeras apapun aku mencoba aku tak bisa menggantikan lusi yang di pujanya.

“Doktrin itu telah berakar dalam hati dan pikiranku, menggilas segala asa dan usahaku untuk di cintai oleh andra. Dan semalam aku telah mengambil keputusan penting untuk mengakhiri semuanya, mungkin buat sebagian orang cinta adalah memberi tanpa mengharap imbalan, tapi aku ga bisa, aku hanya wanita biasa yang mencintai dan butuh di cintai, karena bagiku suatu hubungan ga akan berhasil hanya dengan memberi atau menerima saja.Dan ingat ndra, akan selalu ada kesempatan kedua untuk mencintai dan di cintai, kamu hanya harus membuka hati kamu dan berani untuk memulai lagi”

Itulah terkahir kalinya aku memeluk andra, rasanya pedih, tapi inilah keputusan yang terbaik buatku, dan seperti ucapanku pada andra, akan ada kesempatan kedua, buat andra dan juga buatku…

Filed under: Get closer with ikyul

Awal

Ide menulis ini datang secara spontan setelah membaca blog milik seorang A****
blog itu membuatku tersenyum, ngakak, haru dengan cerita-cerita di dalamnya,
sekaligus memetik hikmah di balik setiap kejadian,
akhirnya kulanjutkan dengan membaca blog milik blogger yang lain.
Terlihat jelas berbagai macam cara pandang seseorang, gaya bahasa dan pengalaman-pengalaman mereka yang di tuangkan dalam sebuah blog.
Tiba-tiba saja jadi flashback,teringat saat pertama kali membuat cerpen yang tidak pernah di terima di majalah manapun. hehehe..
Saat itu aku masih duduk di kelas 3 bangku SMP, walaupun cerpen itu tidak pernah di terbitkan atau di baca oleh orang banyak, tetap saja ada kepuasan tersendiri saat membacanya.

Dan akhirnya, aku di sini, saat ini,
mencoba menulis ide-ide yang terlintas di pikiran,a taupun buah dari pengalaman-pengalamanku.
Aku sendiri hanyalah seorang awam dalam dunia tulis menulis ini, tidak mengetahui gaya bahasa apa ataukah sudut pandang apa yang kupakai, apalagi mengetahui kode etik penulisan yang benar..
hanya mencoba menulis, dan merasa nyaman saat membaca tulisanku,
syukur-syukur kalau orang lain tergerak untuk membacanya atau bisa menikmatinya..

Pada akhirnya aku hanya bisa berkata selamat membaca dan I AM READY dengan kritik dan komentar kalian :)

Filed under: Get closer with ikyul

About the writer

Libra girl(1st oct 1982),udah live alone since senior high(miss u mom),kadang bingung nentuin keputusan,tp kalo dah ngambil keputusan wuih,keukeh hehehe..kadang trlalu nyantai hadapi hidup,sakit maag,bondeng,maniezt dikit.capcay,mie goreng,duren,blaccurrent drink,red n black its my favourite colours,.JUVE REBORN,ewako PSM, ROSSI still the best,.. trying,pray, n be patience:)

Ikyul is reading

n2462022

YM status

RSS My friendster

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Previously on Ikyul

September 2007
S S R K J S M
    Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930